Berlusconi Tak Mau Mundur

Kompas.com - 13/11/2010, 03:07 WIB

Roma, Jumat - Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi tidak mempunyai niat untuk mundur, menurut partainya hari Kamis, meski ketua parlemen dan bekas sekutu dekatnya, Gianfranco Fini, mengimbaunya untuk mengundurkan diri.

Partai Berlusconi, Partai Kebebasan Rakyat (PDL), menyatakan ”tidak dapat diterima” bagi parlemen untuk ”menunjuk seorang perdana menteri baru dan membentuk sebuah pemerintah baru”.

Partai itu menyatakan hanya ada dua opsi, yaitu mengadakan pemilu dini atau membiarkan pemerintah menyelesaikan mandatnya yang berakhir tahun 2013.

Ketua Majelis Rendah Parlemen Gianfranco Fini, seorang mantan sekutu Berlusconi yang kini justru menjadi pesaing sengitnya, hari Minggu mengimbau perdana menteri itu untuk mundur, dengan mengancam untuk menarik lima menteri yang setia kepadanya keluar dari pemerintahan kalau Berlusconi tidak mundur.

Sekutu terdekat Berlusconi dan Fini hari Kamis gagal untuk mengatasi jalan buntu pemerintah yang bisa mengarah ke pemilu dini.

Umberto Bossi, pemimpin Partai Liga Utara, mitra yunior koalisi pemerintah, bertemu dengan Fini untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan yang mendorong Italia ke krisis pemerintah dan kemungkinan pemilu dini itu.

Bossi mengatakan, setelah pembicaraan itu, ada ruang untuk sebuah kesepakatan yang akan melihat Berlusconi mengundurkan diri dan membentuk sebuah pemerintah baru. Ditanya apakah Fini terbuka mengenai gagasan itu, Bossi mengatakan, ”Lumayan.”

Namun, Fini menolak kemungkinan sebuah kesepakatan. ”Keadaan lebih rumit dibanding yang dijelaskan Bossi,” kata Fini, menurut sebuah sumber di partainya.

Mereka yang setia kepada Fini mengatakan, perdana menteri itu harus mengambil langkah pertama dan mundur, sesuatu yang sangat tidak ingin dia lakukan.

”Fini minta pengunduran diri Berlusconi. Kalau tidak, kami akan menarik diri dari pemerintah,” kata Italo Bocchino, orang kepercayaan Fini.

Bossi telah menjadi sekutu koalisi satu-satunya perdana menteri itu sejak Juli ketika, setelah berbulan-bulan bentrok, Berlusconi mengeluarkan Fini dari PDL, partai yang mereka berdua dirikan tahun 2008.

Perpecahan ini membuat Fini membentuk partainya sendiri, membuat Berlusconi kehilangan sebuah mayoritas pasti di Majelis Rendah Parlemen dan melumpuhkan lembaga eksekutif.

Fini menuntut hari Minggu lalu agar Berlusconi mundur sehingga sebuah koalisi kanan-tengah baru, termasuk kaum sentris, bisa dibentuk, kemungkinan tanpa Berlusconi di pucuk pimpinan.

Kalau Berlusconi memimpin pemerintahan baru itu, partai Fini akan mendukungnya hanya dengan syarat-syarat tertentu dan dengan sebuah program legislatif yang terbatas, termasuk sebuah perubahan dalam undang-undang pemilu.

Fini mengatakan, Berlusconi harus memberikan jawaban resmi pada tuntutan-tuntutannya. Dia akan menanti kembalinya Berlusconi dari KTT G-20 di Korea Selatan hari Sabtu.

Walaupun popularitasnya merosot paling rendah, Berlusconi menegaskan tidak akan mundur. Sementara itu, para komentator mengatakan, hitung mundur akhir masa Berlusconi telah dimulai. (AFP/Reuters/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau