Surabaya, Kompas -
Saat dia tiba di lokasi, sebagian kios di blok G dan H lantai III terbakar. Di lokasi ada dua tukang las. ”Saya juga lihat selang dan tabung, entah karbit atau elpiji untuk las. Setahu kami, sedang ada pelepasan
Namun, pekerja pengelasan diduga lari saat sebagian orang sibuk memadamkan api. Tak ada pedagang yang mengingat ciri kedua pekerja itu. ”Mereka membawa lari semua peralatan. Makanya waktu polisi dan pemadam kebakaran datang, sudah tidak ada peralatan las,” kata Marjuki.
Kontraktor pembongkaran pintu kios, Sahli, menegaskan, belum ada pekerja pada pukul 08.00. Jadi, dia tak yakin kebakaran dipicu percikan api las pada bahan mudah terbakar di sekitar lokasi. Sahli adalah pembeli pintu besi penutup kios. Ia mulai membeli 250 pintu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Surabaya Ajun Komisaris Besar Anom Wibowo menyatakan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Tim forensik Polda Jatim masih memeriksa lokasi kebakaran. ”Sementara kami pasang garis polisi. Kalau kebakaran yang disengaja, biasanya ditemukan pemicu atau ada zat yang bisa memicu terjadinya api,” ujarnya.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan PMK Surabaya Ari Bekti Iswantoro menduga api berasal dari kios di blok G. Karena lokasi Pasar Turi berdekatan dengan kantor PMK Pasar Turi, dalam waktu 15 menit api bisa dipadamkan.
”Total waktu pemadaman hingga pembasahan 36 menit,” ujarnya. Di sekitar lokasi sudah tidak ada aliran listrik.