JAKARTA, KOMPAS.com — Soetrisno Bachir, Ketua Yayasan Solusi Bangsa, mengatakan, ketidakhadiran Presiden dan pemerintah dalam menyelesaikan problem kebangsaan jangan diikuti oleh ketidakpedulian anak bangsa lainnya.
"Kalau kita ikut tidak peduli dan mengabaikan problem kemasyarakatan, maka akan jadi problem yang membahayakan. Bukan hanya pemerintahan yang jatuh, tetapi bangsa ini juga akan hancur. Jangan biarkan bangsa ini hancur," ujar Soetrisno ketika meresmikan Gedung KH Yusuf Hasyim dan Aula Bachir Achmad di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/11/2010), dalam siaran pers yang diterima Kompas.com di Jakarta, Sabtu (13/11/2010).
Menurut Soetrisno, sudah banyak lampu peringatan yang dinyalakan bagi bangsa ini. "Kalau kita masih tidak peduli, maka kehancuran itu semakin dekat," ujarnya.
Namun, Soetrisno mengatakan, negara Indonesia yang besar dengan kekayaan alam yang melimpah tidak mungkin ditangani sendirian oleh pemerintah.
"Kalau tidak mampu, ya distribusikan kepada pemimpin di daerah. Apalagi, saat ini persoalan masyarakat seperti dibiarkan. Pemerintah seperti tidak hadir merekatkan kerenggangan antarelemen masyarakat. Sedihnya, agama bahkan dipergunakan untuk merenggangkan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang