YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Harga pasir di Yogyakarta tidak stabil akibat banyaknya pasir menyusul letusan Merapi beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan pemilik toko bahan bangunan, Nur Hadi Djatmiko (30), Sabtu (13/
11/2010).
Dikatakan Nur, dalam keadaan normal, ia membeli pasir seharga Rp 80.000 per satu meter kubik dan menjualnya dengan harga Rp 100.000. Namun, dengan keadaan sekarang, harga ditentukan melalui tawar-menawar.
"Kalau normal, satu meter kubik saya beli Rp 80.000. Saya bisa jual lebih mahal, bergantung jarak antar. Pokoknya, saya ambil untung Rp 20.000," ujar Nur.
"Sekarang ini harganya kacau. Saya tak bisa sebut harga. Harga ditentukan melalui tawar-menawar. Nilainya variatif," tambahnya.
Dikatakan juga, harga pasir juga ditentukan oleh kualitas. Pasir yang berasal dari wilayah hulu lebih bagus ketimbang pasir di sekitar hilir. "Itu juga yang membuat harga kacau. Pasir yang banyak sekarang itu berasal dari hilir. Sementara yang di hulu jarang sekali karena penggali masih takut menggali. Sudah banyak yang menawari, tetapi saya belum berani ambil," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang