Tempat Tidur Minimalis Masih Jadi Incaran

Kompas.com - 13/11/2010, 17:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat tidur dengan model minimalis masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama dalam menyambut Hari Raya Natal Desember mendatang. Tempat tidur ini memiliki model yang polos, tidak memiliki banyak ukiran-ukiran rumit layaknya tempat tidur klasik.

Menurut Herry, staf pemasaran Inno Latex Bed Gallery, tempat tidur yang tidak berwarna terlalu mencolok masih menjadi incaran sebagian besar konsumennya. Hal ini menyesuaikan dengan model rumah minimalis yang saat ini masih menjadi tren.

"Yang banyak dibeli itu yang head boardnya datar dan ada rak kecil buat menaruh sesuatu. Kalau kasur-kasurnya masih lebih laku kasur latex yang medium dan soft," jelasnya saat ditemui Kompas.com di Furniture Fair 2010 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat (13/11/2010).

Di Inno Latex Bed Gallery ini, perusahaannya memberi garansi 12 tahun untuk tiap kasur. Sedangkan untuk tempat tidur dan head board-nya perusahaannya hanya menyediakan jasa servis.

"Kalau dalam 12 tahun kasurnya jeblok, kempes, melengkung bisa diklaim, nanti kita ganti gratis. Kalau head board dan foundation-nya kita tidak ada garansi," ujarnya. Sedangkan untuk model sofa dan kursi yang masih dan akan tetap digandrungi adalah sofa dengan model klasik.

Menurut Anton, staf pemasaran Magna, sofa dengan kulit asli yang berlekuk-lekuk masih banyak dicari oleh konsumen. "Kalau klasik itu elegan. Kulitnya kita pakai kulit asli dari Italia. Warnanya yang paling banyak dicari ya yang berwarna merah marun dan warna-warna gelap," ungkapnya. Sofa jenis ini dilepas dengan kisaran harga Rp 30 juta sampai Rp 50 juta rupiah per setnya.

Dalam Furniture Fair 2010 yang digelar mulai tanggal 13 November hingga 21 November ini juga dijajakan aneka pohon natal dalam berbagai ukuran. Pohon natal pun tidak hanya berbentuk pohon cemara saja, tapi juga terdapat pohon natal dari ranting pohon jati.

Selain ranting pohon, juga terdapat replika pohon cemara berwarna-warni. Pohon natal dijual dalam berbagai harga, mulai dari ratusan ribu hingga Rp 5 juta. "Yang 5 juta ini tingginya sekitar 2 meteran dan daun-daunnya tidak mudah rontok," jelas Irwan, salah satu pedagang. (Remigius Septian Hermawan) 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau