Bantuan merapi

Taiwan Bantu Sandal dan Selimut

Kompas.com - 13/11/2010, 18:42 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Taiwan dan kalangan swasta menyatakan empati dan dukacita atas musibah letusan Gunung Merapi, dan bersamaan dengan itu pemerintah dan kalangan swasta meneruskan bantuan sumbangan mereka kepada masyarakat Yogyakarta yang menjadi korban letusan Gunung Merapi sejak 26 Oktober lalu.

Demikian penegasan pemerintah Republik Demokrasi Taiwan, diwakili Andrew Hsia, Kepala Urusan Ekonomi dan Perdagangan untuk Indonesia, Sabtu (13/11/2010) di Yogyakarta. “Kami ingin menyampaikan rasa empati dan keprihatinan kami terhadap para korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta. Pemerintah Taiwan, pengusaha Taiwan, LSM Taiwan dan masyarakat Taiwan dengan ini melanjutkan bantuan kemanusiaan kami, karena kami ingin masyarakat Indonesia yang terkena musibah segera bisa bangkit kembali,” kata Ko Hsiao-Tzung, Wakil Kepala Urusan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia, mewakili pimpinannya Andrew Hsia.

Menurut Ko Hsiao-Tzung, dalam beberapa hari ini bantuan dari pemerintah Taiwan dan tiga komponen masyarakat lain di Taiwan akan segera sampai ke Yogyakarta. “Barang-barang bantuan yang akan kami kirimkan adalah paling sedikit 10.000 sandal, 10.000 selimut, dan 10.000 pakaian, di samping sejumlah obat-obatan,” kata Hsiao-Tzung sambil mengemukakan total bantuan itu nilainya sekitar 200.000 dollar AS.

Bantuan kemanusiaan oleh pemerintah dan berbagai kalangan di Taiwan, menurut Hsiao-Tzung sudah berjalan sejak 2005. Pemerintah Taiwan secara kontinyu memberikan bantuan kemanusiaan berupa barang maupun uang, dan hingga kini diperkirkan tak kurang dari 7 juta dollar AS. ”Taiwan saat ini juga masih membangun  sebuah proyek universitas berupa gedung dan pusat informasi di Aceh. Nilai bangunan itu 2 juta dollar AS. Kami juga mengangkat anak angkat berjumlah 10.000 orang. Mereka adalah anak yatim piatu dari musibah tsunami Aceh tersebut,” demikian Hsiao-Tzung.

Pada peristiwa gempa dan letusan Merapi di Yogyakarta tahun 2006 Pemeritnah Taiwan bahkan telah mengirim 10 buah pesawat untuk mengangkut bantuan bagi para korban gempa lewat Solo. (TOP/HRD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau