Krakatau

Anak Krakatau Tidak Mengkhawatirkan

Kompas.com - 14/11/2010, 11:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi di Banten pada Minggu (14/11/2010) dini hari bukanlah suatu hal yang mengkhawatirkan karena suara dentuman itu merupakan hal wajar yang terjadi pada malam hari ketika tekanan udara rendah.

Demikian disampaikan Kepala Sub Bidang Pemantauan Kegunungapian Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Agus Budianto, saat dihubungi Kompas.com, Minggu. "Anak Gunung Krakatau memang selalu berfluktuasi, kalau malam hari memang terdengar suara bergemuruh atau dentuman karena tekanan udara rendah," ucap Agus.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau ini sempat mengagetkan warga Anyer, Banten, pada pukul 01.25 WIB. Saat itu tiba-tiba terdengar tiga kali suara letusan keras yang diduga berasal dari perut Gunung Anak Krakatau.

Terkait hal tersebut, Agus menjelaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena tidak ada peningkatan status. Status Gunung Anak Krakatau yang sejak 2007 aktif ini masih tetap "Waspada". "Wilayah aman masih tetap 2 kilometer dari pusat letusan, ini sangat jauh dari lalu lintas kapal sehingga lalu lintas kapal tidak terlalu berpengaruh," ujarnya.

Larangan ini, lanjut Agus, dikeluarkan agar masyarakat terhindar dari lemparan material vulkanik yang dikeluarkan gunung. Tercatat hingga tanggal 13 November 2010 pukul 00.00 WIB, pada Gunung Anak Krakatau terjadi 54 gempa vulkanik dalam, 219 gempa vulkanik dangkal, 133 gempa tremor letusan, 46 tremor harmonik, dan 41 gempa letusan.

"Secara visual ketinggian asap mencapai 100-1.000 meter dari puncaknya dengan warna putih kehitaman. Ini memang menunjukkan adanya aktivitas yang tinggi," ucap Agus.

Peningkatan aktivitas memang diakui terjadi meski tidak signifikan. Hal ini bisa terlihat dari gempa tremor letusan yang lebih tinggi dari hari sebelumnya yang mencapai 35 kali meningkat menjadi 41 kali pada Sabtu malam. "Bunyi letusan yang bisa didengar sampai Anyer itu memang wajar saja terjadi, terutama saat malam, meski keseringan tidak terdengar. Bisa juga terdengar ke Lampung itu semua tergantung tekanan udara dan arah angin," ungkap Agus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau