Panglima tentara inggris

Al Qaeda Tak Bisa Dikalahkan

Kompas.com - 15/11/2010, 09:07 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Panglima tentara Inggris, Jenderal Sir David Richards, memperingatkan, Barat tidak dapat mengalahkan Al Qaeda dan kaum militan Islam. Ia mengatakan, ambisi untuk mengalahkan kaum militan Islam merupakan sesuatu yang tidak perlu dan tidak akan pernah dicapai.

Dalam sebuah wawancara dengan The Sunday Telegraph akhir pekan lalu, jenderal itu mengatakan, "Dalam perang konvensional, kekalahan dan kemenangan terpisah secara sangat jelas dan dilambangkan dengan pasukan yang berbaris menuju ibu kota bangsa lain. Pertama-tama Anda harus bertanya, apakah kita perlu mengalahkannya (militansi Islam) dalam arti sebuah kemenangan yang tampak jelas seperti itu? Saya berpendapat bahwa itu tidak diperlukan dan tidak akan pernah tercapai."

Jenderal Richards yang sudah berusia 58 tahun itu mengatakan, ancaman yang ditimbulkan Al Qaeda dan afiliasinya saat ini memiliki risiko bagi keamanan nasional Inggris minimal selama 30 tahun. Menurut dia, yang harus dilakukan Inggris adalah menjamin bahwa warganya bisa hidup aman dan ia yakin itu bisa terjamin. "Bisa kita memaknai ancaman itu menuju ke titik bahwa kehidupan kita dan anak-anak kita berlangsung aman. Saya pikir kita bisa?"

Menurut dia, senjata nyata dalam perang melawan Al Qaeda adalah "pencegahan perang di hulu" serta pendidikan dan demokrasi. "Permasalahan yang memunculkan militansi Islam kemungkinan tidak segera diselesaikan," katanya.

Ia mengatakan, militer dan Pemerintah Inggris telah bersalah karena tidak sepenuhnya memahami apa yang dipertaruhkan di Afganistan dan mengakui bahwa orang-orang Afganistan mulai "lelah" akibat ketidakmampuan NATO dalam memenuhi janji-janjinya. Pengorbanan pasukan Inggris di Afganistan, di mana sudah 343 tentara tewas sejak tahun 2001, katanya, menjadi sia-sia. Kemajuan memang sudah dibuat dan NATO kini berada tempat yang benar. Ia mengatakan, "Jangan menyerah saudara-saudara, itu semua permainan."

Ia menambahkan, perang Barat melawan apa yang disebutnya sebagai "ideologi jahat" itu setara dengan perang melawan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau