JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazir menilai, jika saham Krakatau Steel dijual melampaui 30 persen dari total saham yang ada akan berbahaya. Ini bakal mengancam industri pertahanan Indonesia.
"Sebatas dijual tidak lebih dari 30 persen, masih tetap yang menguasai pemerintah dan dijualnya di pasar modal, saya kira tidak ada pengaruh untuk pertahanan," tutur Fuad selepas menjadi pembicara dalam sebuah acara diskusi di Bumbu Desa Restourant, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, (14/11/2010).
Untuk itu, ia meminta pemerintah mengeluarkan regulasi terkait permasalahan ini meski ia merasa ragu apakah pemerintah akan memerhatikan persoalan ini dengan saksama.
"Kalau betul-betul konsekuen berhenti di maksimum 30 persen, ya enggak apa-apa, tetapi siapa yang menjamin kalau pemerintahnya seperti ini," tandas Fuad.
Seperti diketahui sebelumnya, PT KS (Persero) telah melepas kepemilikan sahamnya kepada publik sebesar 19,61 persen saham baru atau setara dengan Rp 3,155 miliar dari target keseluruhan 30 persen saham yang ada. Namun, polemik terjadi ketika harga saham per lembarnya dibandrol hanya senilai Rp 850 dari kisaran Rp 800-Rp 1.500.
Selama ini diketahui, PT KS menjadi partner PT Pindad dalam pemenuhan bahan baku senjata laras senapan serbu TNI berbagai varian, dengan kapasitas porduksi 14.000 per tahun. Selain PT Pindad, pengguna bahan baku perusahaan baja tersebut untuk pertahanan negara adalah PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia. (Samuel Febriyanto)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang