JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding menilai uang santunan sebesar Rp 4 juta yang diberikan pemerintah kepada para korban bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi terlalu kecil. Untuk mengganti hewan ternak warga yang habis diterjang banjir, badai tsunami atau wedhus gembel saja tidak akan cukup.
"Terlalu kecillah, apalagi dibandingkan sapi dan barang lain. Ya enggak layak. Santunan kan itu untuk anggota keluarga dan bangun rumah," tuturnya kepada Kompas.com, Senin (15/11/2010).
Idealnya, lanjut Karding, setiap keluarga diberikan uang santunan sebesar Rp 10 juta-Rp 15 juta. Uang ini cukup untuk membantu keluarga korban bencana dalam memenuhi kebutuhan hidup pascabencana, pengembangan ekonominya, serta perbaikan rumah.
Namun, lanjutnya, sulit untuk mewujudkan uang santunan sebesar itu untuk para korban bencana Mentawai dan Merapi karena pemerintah sudah menganggarkannya.
Selain itu, dana santunan untuk korban bencana Wasior, Papua, sudah diturunkan. Jika diturunkan dana dalam jumlah berbeda untuk Mentawai dan Merapi, Karding khawatir akan terjadi kecemburuan.
"Perlakuan yang selanjutnya yang perlu kita perhatikan. Nanti perlu dibuat standar baru," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang