Merangsang Gairah Seks dengan Ratus

Kompas.com - 15/11/2010, 17:31 WIB

KOMPAS.com - Ratus atau spa vagina identik dengan ritual perawatan kesehatan wanita menjelang pernikahan. Ratus yang menggunakan bahan alami dari tumbuhan merupakan aromatherapy klasik tradisi khas keraton dengan ragam khasiat. Tak hanya membuat wangi area intim wanita, terapi aroma ratus juga bisa merangsang gairah seksual pasangan.

Kekhasan ratus berasal dari bahan natural seperti foeniculi fructus atau buah adas, kulit kayu cendana, akar wangi, kenanga, melati, dan kayu manis.  Bahan alami inilah yang kemudian melahirkan aroma mengandung afrodisiak.

"Selain membuat area V lebih wangi dan terawat, ratus juga bisa dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan. Bakar ratus seperti membakar dupa, dengan menaburkan serpihan ratus yang sudah dihancurkan di atas bara api, aromanya yang mengandung afrodisiak bisa merangsang gairah seksual pasangan," jelas Sherly Precillia, Operational Manager TSRHS kepada Kompas Female.

Ratus memang memiliki manfaat multiguna. Keharumannya yang khas juga bermanfaat untuk mengharumkan rambut dan busana. Caranya sama seperti pengharum ruangan. Yakni dengan membakar serpihan ratus di atas bara api. Lalu, aroma dan asap dari pembakaran ini bisa Anda manfaatkan untuk mengharumkan rambut dan busana setengah kering.

Jadi bakar ratus di kamar, lalu tempelkan juga asap dan aromanya di rambut dan busana tidur Anda, lalu lihat bagaimana pasangan Anda tergoda dan terbawa suasana. Hhm, cara sederhana bernuansa tradisi keraton untuk memancing gairah. Tertarik mencoba?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau