Panik, Benitez Tuntut Pemain Baru

Kompas.com - 15/11/2010, 23:33 WIB

MILAN, KOMPAS.com - Berada dalam tekanan pemecatan membuat Pelatih Inter Milan, Rafael Benitez, panik. Mantan arsitek Liverpool itu kini menuntut adanya pembelian pemain baru di transfer window mendatang, guna mengatasi masalah timnya.

Angin pemecatan sedang berembus ke arah Benitez. Hanya bermodalkan satu kemenangan dari lima partai terakhir di Serie-A membuat pelatih Spanyol itu berada di kursi panas. Terakhir, Inter dikalahkan musuh abadi, AC Milan, Minggu (14/11/2010).

Benitez merasa, timnya kurang optimal di pekan-pekan terakhir karena banyak pemain yang cedera. Oleh sebab itu, ia menginginkan adanya tambahan tenaga baru, terutama di lini belakang, mengingat Walter Samuel dipastikan absen hingga akhir musim.

"Beda enam poin dari puncak klasemen tidak bagus, tapi kejuaraan ini masih panjang. Kami perlu untuk bersatu kembali dengan cepat. Kami juga harus meningkatkan performa di Verona (melawan Chievo, akhir pekan depan)," ujar Benitez.

"Sudah jelas bahwa pada bulan Januari kami akan membutuhkan pemain baru, tapi untuk sekarang kami perlu mendapatkan kemenangan," sambungnya.

"Siapa yang akan datang di jendela transfer berikutnya? Semua pemain mengharapkan orang yang berkualitas untuk mempertahankan level tim. Tim yang musim lalu memenangkan banyak kejuaraan, kini sedang lelah. Kami berjuang untuk memulai semuanya dari awal lagi," tandas pelatih yang menyumbangkan dua gelar Liga BBVA untuk Valencia tersebut. (PA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau