MILAN, SENIN -
Gol tunggal dari titik putih itu dicetak bekas striker Inter, Zlatan Ibrahimovic, menit ke-5. Penalti diberikan wasit setelah ia dijatuhkan bek Marco Materazzi di kotak penalti. Bagi Ibrahimovic, laga itu merupakan derbi Milan pertamanya sejak ia meninggalkan Inter untuk pindah ke Barcelona pada 2009.
”Itu bukan gol yang mudah karena terjadi di depan suporter Inter pada laga kandang mereka,” kata striker Swedia itu. ”Tetapi, saya melakukan apa yang harus kami lakukan dan berusaha berkonsentrasi.”
Milan memimpin klasemen sementara dengan nilai 26, satu poin di atas Lazio (25), yang disusul Napoli (21), serta Juventus dan Inter (20). ”Saya selalu yakin di tim yang saya perkuat dan hal yang
”Tetapi, juga masih ada Inter, Juventus, dan AS Roma yang bermain bagus dan meningkat. Dengan kesabaran, kami bakal finis di puncak,” papar Ibrahimovic. Keyakinan serupa, meski diucapkan sambil bercanda, juga dilontarkan Direktur Eksekutif AC Milan Adriano Galliani.
Ia menyebut, dengan kemenangan derbi Milan tersebut, AC Milan hampir pasti merebut gelar juara pertama (
Pada laga itu, Pelatih Massimiliano Allegri memainkan formasi yang tidak biasanya, yakni dengan menurunkan dua striker, Ibrahimovic dan Robinho, bukan tiga penyerang. Menit ke-60, ia kehilangan bek kanan Ignazio Abate yang diusir wasit.
Tentang formasi timnya, Allegri menegaskan, dirinya tidak meninggalkan sistem permainan lamanya. ”Kami bermain dengan formasi ini sekarang, tetapi kami juga sering menang dengan sistem kami lainnya melalui para pemain yang lebih menyerang,” papar Allegri.
Yang terpenting dalam permainan sepak bola bukan hanya formasi, melainkan juga sikap mental. ”Kami punya semangat berkorban yang penting. Dengan spirit itu, kami bisa bermain dengan lebih menyerang karena ini cara yang normal dan lebih mudah untuk bertahan,” lanjutnya.
Dengan formasi tersebut, Milan memiliki peluang yang lebih banyak dan lebih bagus dibanding tim tuan rumah. Inter bermain dengan formasi 4-3-1-2, tetapi gagal tampil padu. Pelatih Inter Rafael Benitez dikritik atas keputusannya menurunkan bek Marco Materazzi (37 tahun) sebagai starter, penampilan pertamanya musim ini.
Benitez harus membayar mahal atas keputusannya itu. Materazzi menjatuhkan Ibrahimovic dan berujung hadiah penalti yang berbuah gol. Materazzi sendiri harus dibawa ke rumah sakit seusai laga untuk pemeriksaan.
”Marco bukanlah pemain debutan, dia pemain berpengalaman, tetapi kami bermasalah di lini belakang. Tanpa Walter Samuel, kami butuh pemain untuk menjaga Ibra,” kata Benitez.
Hasil itu kekalahan kandang pertama Inter musim ini. (AP/AFP/REUTERS/SAM)