Liga italia

AC Milan Sudah Merasa Favorit Juara Musim Ini

Kompas.com - 16/11/2010, 04:42 WIB

MILAN, SENIN - Setelah memenangi derbi Milan melalui tendangan penalti, pemain dan ofisial AC Milan merasa yakin sekali bakal merebut juara Serie A musim ini. AC Milan merebut puncak klasemen sementara Liga Serie A Italia setelah memukul Inter Milan 1-0 (1-0) di Giuseppe Meazza, Minggu (14/11).

Gol tunggal dari titik putih itu dicetak bekas striker Inter, Zlatan Ibrahimovic, menit ke-5. Penalti diberikan wasit setelah ia dijatuhkan bek Marco Materazzi di kotak penalti. Bagi Ibrahimovic, laga itu merupakan derbi Milan pertamanya sejak ia meninggalkan Inter untuk pindah ke Barcelona pada 2009.

”Itu bukan gol yang mudah karena terjadi di depan suporter Inter pada laga kandang mereka,” kata striker Swedia itu. ”Tetapi, saya melakukan apa yang harus kami lakukan dan berusaha berkonsentrasi.”

Milan memimpin klasemen sementara dengan nilai 26, satu poin di atas Lazio (25), yang disusul Napoli (21), serta Juventus dan Inter (20). ”Saya selalu yakin di tim yang saya perkuat dan hal yang fair menyebut kami tim favorit juara.

”Tetapi, juga masih ada Inter, Juventus, dan AS Roma yang bermain bagus dan meningkat. Dengan kesabaran, kami bakal finis di puncak,” papar Ibrahimovic. Keyakinan serupa, meski diucapkan sambil bercanda, juga dilontarkan Direktur Eksekutif AC Milan Adriano Galliani.

Ia menyebut, dengan kemenangan derbi Milan tersebut, AC Milan hampir pasti merebut gelar juara pertama (scudetto) sejak 2004. Namun, mengingat liga baru menyelesaikan putaran ke-12, keyakinan seperti itu terlalu prematur dan terlalu dini.

Formasi tidak lazim

Pada laga itu, Pelatih Massimiliano Allegri memainkan formasi yang tidak biasanya, yakni dengan menurunkan dua striker, Ibrahimovic dan Robinho, bukan tiga penyerang. Menit ke-60, ia kehilangan bek kanan Ignazio Abate yang diusir wasit.

Tentang formasi timnya, Allegri menegaskan, dirinya tidak meninggalkan sistem permainan lamanya. ”Kami bermain dengan formasi ini sekarang, tetapi kami juga sering menang dengan sistem kami lainnya melalui para pemain yang lebih menyerang,” papar Allegri.

Yang terpenting dalam permainan sepak bola bukan hanya formasi, melainkan juga sikap mental. ”Kami punya semangat berkorban yang penting. Dengan spirit itu, kami bisa bermain dengan lebih menyerang karena ini cara yang normal dan lebih mudah untuk bertahan,” lanjutnya.

Dengan formasi tersebut, Milan memiliki peluang yang lebih banyak dan lebih bagus dibanding tim tuan rumah. Inter bermain dengan formasi 4-3-1-2, tetapi gagal tampil padu. Pelatih Inter Rafael Benitez dikritik atas keputusannya menurunkan bek Marco Materazzi (37 tahun) sebagai starter, penampilan pertamanya musim ini.

Benitez harus membayar mahal atas keputusannya itu. Materazzi menjatuhkan Ibrahimovic dan berujung hadiah penalti yang berbuah gol. Materazzi sendiri harus dibawa ke rumah sakit seusai laga untuk pemeriksaan.

”Marco bukanlah pemain debutan, dia pemain berpengalaman, tetapi kami bermasalah di lini belakang. Tanpa Walter Samuel, kami butuh pemain untuk menjaga Ibra,” kata Benitez.

Hasil itu kekalahan kandang pertama Inter musim ini. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau