Demi partai

Suu Kyi Siap Bertarung

Kompas.com - 16/11/2010, 16:23 WIB

YANGON, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Myanmar yang baru saja dibebaskan, Aung San Suu Kyi, siap bertarung demi eksistensi partai politiknya, yang dibubarkan menjelang pemilihan kontroversial negara awal bulan ini, kata pengacaranya, Selasa (16/11).

Pada hari ketiga kebebasan setelah tujuh tahun menjalani tahanan rumah, Suu Kyi menandatangani surat-surat di Mahkamah Agung Yangon. Itu menjadi langkah terbaru dari gugatannya terhadap junta Myanmar soal Liga Nasional bagi Demokrasi (NLD). "Dia siap untuk memperjuangkan keberadaan NLD. Dia akan melanjutkan proses hukum," kata pengacara dan juru bicara NLD, Nyan Win. "Dia pergi ke Mahkamah Agung untuk menandatangani sebuah affidavit karena dia tidak bisa melakukan itu sebelumnya."

Suu Kyi dibebaskan, Sabtu lalu, kurang dari seminggu setelah pemilu yang dikecam secara luas sebagai cara junta melanggengkan kekuasaan, tetapi dikecam para aktivis demokrasi dan pemimpin Barat sebagai sebuah sandiwara. Partai NLD dibubarkan setelah memutuskan untuk memboikot pemilu. Pemboikotan itu merupakan tanggapan terhadap peraturan yang sepertinya dirancang untuk melarang para pembangkang ambil bagian dalam pemilihan.

Suu Kyi, yang ikut mendirikan partai tersebut, sebelumnya gagal mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung yang bertujuan untuk mencegah pembubaran partainya. Pengacaranya mengajukan gugatan kedua pada bulan Oktober, yang bertujuan untuk membatalkan pembubaran, dan sebuah pengadilan di ibukota Naypyidaw harus memutuskan Kamis apakah akan mendengar kasus tersebut. Nyan Win mengatakan, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Suu Kyi, yang telah menjalani hukuman selama 15 dalam 21 tahun terakhir, tidak akan pergi ke ibukota untuk mendengar keputusan tersebut.

NLD didirikan tahun 1988 setelah sebuah pemberontakan rakyat melawan junta militer yang menyebabkan ribuan orang tewas. Dua tahun kemudian, partai tersebut memenangkan pemilihan di negara itu tetapi hasilnya tidak pernah diakui oleh rezim militer yang berkuasa.

Keputusan untuk memboikot pemilu pada 7 November, pemilu pertama Myanmar dalam 20 tahun, sangat memecah pihak oposisi dan beberapa mantan anggota NLD yang memilih ikut dalam pemilihan. Senin lalu, Suu Kyi (65 tahun) dalam sebuah wawancara dengan BBC menyerukan sebuah "revolusi non-kekerasan" di Myanmar, saat ia mulai bertugas untuk membangun kembali partainya yang melemah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau