Bencana alam

Hunian Warga Wasior dan Mentawai Selesai

Kompas.com - 16/11/2010, 19:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hunian sementara korban banjir bandang di Wasior, Papua Barat, dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, diharapkan selesai pada akhir tahun.

Menko Polhukam Djoko Suyanto mengemukakan hal itu setelah rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Selasa (16/11/2010) untuk mendengarkan laporan Menko Kesra Agung Laksono lewat video conference dari Sumatera Barat.

Pembangunan hunian sementara saat ini sudah mencapai 40 hingga 50 persen. Hunian sementara di Wasior diharapkan selesai pada akhir November 2010, sementara hunian sementara di Mentawai bisa rampung pada akhir Desember 2010.

Saat ini, hunian sementara itu sudah dilengkapi oleh fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sederhana dan kehidupan rakyat di lingkungan hunian sementara tersebut sudah berdenyut.

"Untuk itu, pengungsi yang saat ini masih bernaung di tenda-tenda diharapkan dapat segera mendiami hunian sementara sambil menunggu dimulainya proses rekonstruksi dan rehabilitasi yang akan dimulai pada Januari 2011," katanya.

Berdasarkan laporan Menko Kesra, Djoko menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan pendataan terhadap penduduk Wasior maupun Mentawai yang perlu dipindahkan dari tempat tinggal semula agar tidak lagi terancam bencana.

Proses relokasi itu, menurut dia, memang membutuhkan waktu karena memerlukan komunikas intensif antara kementerian yang bertanggung jawab di tingkat pusat dan pemerintah daerah.

Selain di Wasior dan Mentawai, hunian sementara juga dibutuhkan bagi pengungsi letusan Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah karena ada sebagian dari mereka yang rumahnya rusak berat.

Para pengungsi letusan Gunung Merapi itu juga membutuhkan hunian sementara yang juga dilengkapi fasilitas umum dan sosial karena mereka tidak mungkin kembali ke rumah dalam waktu dekat.

Dalam rapat kabinet terbatas, Presiden SBY juga mendengarkan penjelasan lewat video conference dari Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono.

Dalam penjelasan kepada Presiden, menurut Djoko, Surono menjelaskan bahwa meski terjadi tendensi penurunan, namun intensitas gempa vulkanik tetap berlangsung cukup tinggi.

Surono memperkirakan letusan masih bisa terjadi meski tidak sebesar pekan-pekan terakhir.

Selain membahas hunian sementara bagi pengungsi letusan Gunung Merapi yang rumahnya rusak berat, rapat kabinet terbatas juga membahas penanganan lahar dingin dari Gunung Merapi karena curah hujan diprediksi akan cukup tinggi hingga Maret 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau