Riedl: Boaz Mustahil Perkuat Indonesia

Kompas.com - 16/11/2010, 20:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dicoret, kesempatan Boaz Solossa memperkuat timnas Indonesia di Piala AFF sangat kecil. Pelatih Alfred Riedl menegaskan, mustahil penyerang Persipura Jayapura itu memperkuat "Merah Putih" di ajang dua tahunan tersebut.

"Boaz impossible (mustahil-red)," tegas Riedl kepada wartawan usai memimpin latihan timnas, Selasa (16/11/2010).

Riedl memang telah kehilangan kesebaran terhadap Boaz setelah mangkir selama lima hari dari pelatnas terakhir. Riedl berang karena ini bukan yang pertama dilakukan Boaz di era kepelatihannya.

Karena itu, pelatih asal Austria tersebut melakukan tindak tegas dengan mencoret Boaz, meskipun penyerang kelahiran Sorong tersebut saat ini menjadi pencetak gol terbanyak di pentas Indonesia Super League (ISL).

Keputusan itu membuat Boaz harus terlempar ke daftar pemain cadangan yang bisa dipanggil sewaktu-waktu untuk menggantikan pemain yang mengalami cedera. Sebab, nama Boaz sudah didaftarkan ke dalam 30 nama yang akan tampil di Piala AFF.

"Boaz bisa masuk apabila empat pemain yang kita miliki cedera," jelas mantan pelatih Laos itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau