Capello Mau Tiru "Der Panzer"

Kompas.com - 17/11/2010, 21:24 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Kesuksesan Jerman dengan skuad mudanya ingin ditiru pelatih Inggris, Fabio Capello. Pria 64 tahun itu ingin menerapkan sistam yang sama di skuad "The Three Lions" dengan mengutamakan pemain-pemain muda.

"Der Panzer" tampil memikat di Piala Dunia lalu. Mengandalkan pemain-pemain muda, Thomas Mueller dan-kawan bermain menawan dan sukses menduduki peringkat tiga. Capello yang memimpin Inggris merasakan betul kedahsyatan tim "Panser" di perdelapan final. "Tiga Singa" dibekuk 1-4.

Keberhasilan Jerman membuat Don Fabio terkesan. Ia pun bertekad ingin membangun sistem yang sama guna menghadapai Piala Eropa 2012. Langkah ini sudah dimulai Capello dengan memanggil pemain-pemain muda menjanjikan seperti Andy Carroll dan Jordan Henderson.

"Jerman membangun tim muda mereka setahap demi setahap. Jika kami ingin melakukan hal yang sama, kami harus memasukan pemain muda dua atau tiga, bukan lima atau enam," kata Capello seperti dilansir ESPN.

Capello sadar, pemain-pemain mudanya pasti akan demam panggung. Karena itu, ia meminta pendukung Inggris bersabar karena semuanya harus pelan-pelan. "Mereka masih membutuhkan waktu untuk berkembang, sehingga mereka bisa bermain dengan percaya diri tanpa rasa takut," lanjutnya.

"Ketika saya melakukan hal ini dengan klub, beberapa pemain sangat baik melakukannya, pemain lainnya butuh waktu. Namun nilai pemain itu sangat besar dan kami harus membantu mereka," pungkas mantan pelatih AS Roma, AC Milan, Juventus, dan Real Madrid tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau