JAKARTA, Kompas.com - Ganda putra nomor satu Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, melangkah ke perempat final nomor perseorangan cabang olahraga bulu tangkis Asian Games XVI 2010. Rabu (17/11/10) di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini melewati hadangan pasangan Jepang, Endo Hiroyuki/Hayakawa Kenichi, yang dikalahkan dalam duel rubber game 21-15, 19-21, 21-17.
Dengan demikian, Indonesia memelihara asa meraih medali dari sektor ganda putra. Pasalnya, ada dua wakil yang maju ke babak delapan besar ini, setelah Muhammad Ahsan/Alvent Yulianto Chandra, juga meraih tiket ke babak tersebut usai mengalahkan pasangan Taiwan Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu dengan 21-14, 16-21, 21-9.
Besok, Kido/Hendra akan menghadapi pemain Taiwan Chen Hung Ling/Lin Yu Lang, untuk memperebutkan satu tempat menuju semifinal. Sedangkan Ahsan/Alvent bertemu lawan yang sangat berat, yaitu ganda nomor dua China, Guo Zhendong/Xu Chen.
Selain dua pasangan putra tersebut, Indonesia masih memiliki harapan dari sektor ganda campuran dan tunggal putra, yang maju ke babak 16 besar.
Pasangan Pelatnas Cipayung, Ahmad Tontowi/Liliyana Natsir, masih bertahan setelah hari ini menaklukkan pemain Malaysia. Besok, pasangan yang diharapkan bisa membuat kejutan ini menghadapi lawan dari Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, untuk bertarung memperebutkan tiket ke perempat final.
Dari sektor tunggal putra, Indonesia tinggal berharap kepada Taufik Hidayat, setelah Sony Dwi Kuncoro tersingkir. Taufik, yang meraih medali emas dalam dua Asian Games terakhir, akan menghadapi pemain Sri Lanka, Karunaratna Dinuka, untuk pertarungan menuju babak delapan besar.
Di Asian Games ini, Indonesia memasang target minimal meraih satu emas dari cabang bulu tangkis. Untuk sementara, harapan untuk mewujudkannya masih terjaga, karena tiga nomor tersebut menjadi andalan untuk mempersembahkan trofi.
Dari sektor putri, para pemain Indonesia sudah tersapu bersih. Terakhir, tunggal putri Adriyanti Firdasari yang tersingkir, setelah dikalahkan salah satu musuh bebuyutannya dari Malaysia, Wong Mew Choo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang