Asian games xvi

Kido/Hendra ke Perempat Final

Kompas.com - 17/11/2010, 22:27 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Ganda putra nomor satu Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, melangkah ke perempat final nomor perseorangan cabang olahraga bulu tangkis Asian Games XVI 2010. Rabu (17/11/10) di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini melewati hadangan pasangan Jepang, Endo Hiroyuki/Hayakawa Kenichi, yang dikalahkan dalam duel rubber game 21-15, 19-21, 21-17.

Dengan demikian, Indonesia memelihara asa meraih medali dari sektor ganda putra. Pasalnya, ada dua wakil yang maju ke babak delapan besar ini, setelah Muhammad Ahsan/Alvent Yulianto Chandra, juga meraih tiket ke babak tersebut usai mengalahkan pasangan Taiwan Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu dengan 21-14, 16-21, 21-9.

Besok, Kido/Hendra akan menghadapi pemain Taiwan Chen Hung Ling/Lin Yu Lang, untuk memperebutkan satu tempat menuju semifinal. Sedangkan Ahsan/Alvent bertemu lawan yang sangat berat, yaitu ganda nomor dua China, Guo Zhendong/Xu Chen.

Selain dua pasangan putra tersebut, Indonesia masih memiliki harapan dari sektor ganda campuran dan tunggal putra, yang maju ke babak 16 besar.

Pasangan Pelatnas Cipayung, Ahmad Tontowi/Liliyana Natsir, masih bertahan setelah hari ini menaklukkan pemain Malaysia. Besok, pasangan yang diharapkan bisa membuat kejutan ini menghadapi lawan dari Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, untuk bertarung memperebutkan tiket ke perempat final.

Dari sektor tunggal putra, Indonesia tinggal berharap kepada Taufik Hidayat, setelah Sony Dwi Kuncoro tersingkir. Taufik, yang meraih medali emas dalam dua Asian Games terakhir, akan menghadapi pemain Sri Lanka, Karunaratna Dinuka, untuk pertarungan menuju babak delapan besar.

Di Asian Games ini, Indonesia memasang target minimal meraih satu emas dari cabang bulu tangkis. Untuk sementara, harapan untuk mewujudkannya masih terjaga, karena tiga nomor tersebut menjadi andalan untuk mempersembahkan trofi.

Dari sektor putri, para pemain Indonesia sudah tersapu bersih. Terakhir, tunggal putri Adriyanti Firdasari yang tersingkir, setelah dikalahkan salah satu musuh bebuyutannya dari Malaysia, Wong Mew Choo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau