Kasus gayus

Ke Bali, Gayus Pakai Nama Samaran

Kompas.com - 18/11/2010, 10:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski menerima suap dari Gayus dan mengizinkan Gayus Tambunan untuk keluar, rupanya Kepala Rutan Mako Brimob Kompol Iwan Siswanto menjadi korban akal bulus Gayus.

Gayus Tambunan membohongi Kompol Iwan Siswanto. Kepada Iwan, Gayus minta izin keluar tahanan untuk pulang ke rumah. Selain itu, Gayus mengaku akan menghadiri kondangan. Akan tetapi, yang ada Gayus justru bertolak ke Bali. Gayus menggunakan nama samaran saat bertolak ke Bali.

Kabareskrim Polri Komjen  Ito Sumardi membenarkan Gayus ke Bali menggunakan identitas palsu. "Gayus berangkat ke Bali dengan keluarga. Dia menggunakan identitas palsu, tetapi istri dan anaknya enggak," ujar Kabareskrim Polri Komjen  Ito Sumardi seusai menunaikan shalat Idul Adha di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/11/2010).

Ito menambahkan, penyidik kepolisian telah mengantongi bukti-bukti yang mendukung kebenaran jika Gayus ke Bali, termasuk pesawat apa yang digunakan Gayus ke sana.

"Sekarang kita sudah ada bukti-bukti kepergian Gayus ke sana. Dengan pesawat apa, pakai apa. Tetapi, itu untuk konsumsi di peradilan nanti," jelasnya. (Vanroy Pakpahan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau