14 Penyebab Karier Mandek

Kompas.com - 18/11/2010, 10:44 WIB

KOMPAS.com — Jangan dulu memberi cap atasan pilih kasih bila karier Anda sering kali disalip anak baru. Kadang, hal yang kita sepelekan justru yang bikin kita tak dapat promosi.

Berikut 14 faktor penghambat karier yang wajib masuk black list:
1. Telat rapat
Sesekali datang telat saat rapat masih bisa dimaklumi, tetapi jika sudah keseringan dan jadi kebiasaan, mencerminkan sikap tak menghargai atasan, bahkan perusahaan.
Tips: Aktifkan alarm 2 jam sebelum berangkat kerja atau mulai rapat.

2. Bekerja ala kadarnya
Walau si bos tak pernah komplain atas pekerjaan yang Anda buat, jangan senang dulu, siapa tahu Anda dinilai biasa-biasa saja. Penilaian standar bisa membuat Anda tak dilirik sama sekali.
Tips: Mintalah penilaian atasan terhadap performa kerja Anda.

3. Suka menunda
Kalimat "Nanti dulu, ah, kan masih banyak waktu" ternyata tak hanya berpotensi membuat pekerjaan menumpuk, tetapi bisa membuat Anda dianggap meremehkan pekerjaan.
Tips: Jangan sampai Anda terlihat keteteran, apalagi sampai telat mengumpulkannya.

4. Lupa, lupa, lupa...
Lupa bukan lagi alasan, tetapi dianggap sebuah keteledoran yang bisa merugikan perusahaan.
Tips: Manfaatkan buku agenda atau to do list di ponsel kesayangan.

5. "Single player"
Ingin selalu terlihat menonjol bisa membuat rekan tak betah bekerja dengan Anda. Padahal, kebersamaan tim juga masuk dalam penilaian kinerja.
Tips: Yakinlah, Anda tetap membutuhkan orang lain untuk mencapai sukses, walau berupa dukungan.

6. "Childish"
Mengambek karena ditinggal makan siang atau menangis setelah bos mengkritik hasil kerja, sebaiknya jangan dilakukan karena itu memberi kesan Anda belum siap bekerja.
Tips: Perlihatkan kalau Anda mandiri dan profesional.

7. Sombong
Mudah terlena dengan pujian dan terlalu asyik pamer bisa membuat Anda lupa untuk mempertahankan prestasi, di samping memberikan kesempatan pihak lain untuk "menyalip".
Tips: Pamer terkadang perlu, tetapi jangan lupa mempertahankan kinerja, ya.

8. Tidak memiliki prioritas
Tugas utama sering kali terganggu akibat menyelesaikan tugas sampingan. Hati-hati, kerja serabutan seperti ini menunjukkan manajemen kerja yang buruk.
Tips: Buatlah daftar pekerjaan sesuai deadline, lalu selesaikan satu per satu.

9. Fokus terbagi
Pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam waktu satu jam, bisa jadi "molor" seharian gara-gara online terus. Jika dalam posisi ini kinerja Anda sudah lambat, apalagi jika naik jabatan? Upss....
Tips: Offline sejenak saat Anda sedang bekerja. Online-lah saat jam istirahat.

10. Menolak kritik
Mencari-cari alasan bukanlah cara yang tepat untuk menanggapi kritikan dari atasan. Ini memberi kesan kalau Anda tak ingin disalahkan dan mencari kambing hitam.
Tips: Terima kritik dengan positif. Kalau tak sesuai, bicarakan baik-baik.

11. Terlibat konflik
Perang dingin dengan rekan kerja malah menambah daftar musuh yang menghambat jalan Anda. Apalagi sampai membuat masalah dengan atasan, pupuslah harapan untuk naik jabatan.
Tips: Jaga hubungan baik dengan semua orang di kantor. Tak perlu diambil hati jika ada ucapan atau sikap yang tidak mengenakkan dari rekan kerja.

12. Kurang bergaul
Memiliki kinerja baik tak akan pernah cukup. Masalahnya, kesempatan kadang datang dari orang yang tak pernah diduga sebelumnya.
Tips: Tebarkan pesona Anda. Jangan ragu untuk menyapa sauda "satu atap" walau dari divisi berbeda.

13. "Miss Keluh"
Gemar mengeluh tentang pekerjaan atau menjelek-jelekkan atasan bisa menurunkan kredibilitas. Pasalnya, ini menunjukkan kalau Anda kurang dapat mengendalikan emosi dan tak bisa menjaga nama baik perusahaan.
Tips: Tak semua hal bisa dicurhatkan, ada hal-hal yang sebaiknya disimpan sendiri, termasuk ketidaksukaan Anda kepada atasan.

14. Kurang pede memberi ide
Ide merupakan wujud eksistensi. Jika hanya disimpan dalam hati, Anda hanya akan dipandang pasif dan tak memiliki andil.
Tips: Utarakan ide yang baik saat Anda diberi kesempatan. Jangan hanya berkata, "Ya, setuju!"

(Majalah Chic/Ayunda Pininta Kasih)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau