JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya kebijakan pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) dinilai menjadi pendorong bagi perilaku konsumsi masyarakat yang tidak berkesinambungan atau mendorong sikap boros.
Pasalnya, pendistribusian subsidi BBM ini salah sasaran. Penikmat subsidi BBM mayoritas bukan orang yang berhak mendapatkan subsidi BBM.
Demikian dikatakan anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indoensia (YLKI) Tulus Abadi pada Seminar "Implikasi atas Pelaksanaan Regulasi Distribusi BBM Subsidi dan Non Subsidi terhadap Usaha SPBU Nasional" di Hotel Millenium Ruangan Ballroom Mutiara, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2010).
"Ekses negatifnya, pemerintah menjadi malas mengembangkan energi baru dan terbarukan," kata Tulus Abadi.
Selain itu, kebijakan ini akan memperburuk dan mempercepat perubahan iklim global. Akibatnya, jebolnya anggaran negara tidak bisa dihindarkan bahkan mengalahkan pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan.
"Ini juga mengakibatkan tidak mendorong industri otomotif untuk melakukan inovasi jenis kendaraan yang hemat bahan bakar," imbuhnya. (Iwan Taunuzi)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang