Anak Agung Laksono Hanya Dave Fikarno

Kompas.com - 18/11/2010, 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Leo Nababan menepis keterkaitan nama Agung Laksono dengan kepergian Gayus Tambunan ke Bali yang menggunakan nama samaran Sony Laksono.

"Putra Pak Agung Laksono hanya satu orang, bernama Dave Akbarsyah Fikarno," kata Leo Nababan di kantor Kemenko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2010).

Ditanya mengenai keterkaitan nama belakang samaran Gayus dengan nama Agung Laksono, Leo mengaku tidak tahu. "Mengenai Sony Laksono, saya tidak tahu. Banyak nama belakang Laksono di Indonesia. Saya heran kenapa dikait-kaitkan dengan Pak Agung," aku Leo.

Leo menduga, pengkaitan nama ini adalah skenario dari pihak-pihak yang tidak menyukai Partai Golkar. "Saya menduga ini untuk memperburuk nama Partai Golkar untuk Pemilu 2014. Kami mendesak kepolisian untuk segera menuntaskan masalah ini agar jangan ada prasangka antaranak bangsa," ungkapnya.

Seperti diberitakan, Gayus Tambunan pergi ke Bali dengan nama samaran, sementara anak dan istrinya tetap menggunakan nama aslinya. Identitas palsu ini dibenarkan oleh Kepala Bareskrim Polri Komjen Ito Sumardi. Terdakwa kasus mafia pajak itu pergi ke Bali dengan menggunakan nama Sony Laksono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau