KALIANDA, KOMPAS.com - Jalan lintas Sumatera di ruas Simpang Bakauheni-Simpang Gayam, Lampung Selatan, ditutup untuk kendaraan umum dan truk setidaknya hingga tiga pekan ke depan.
Hal ini dilakukan untuk percepatan perbaikan jalan amblas di jalinsum Kilometer 79/80 Desa Hatta, Bakauheni. Penutupan jalinsum ini telah berlangsung selama tiga pekan terakhir.
Menurut Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Lampung Berlian Tihang, Kamis (18/11/2010), penutupan jalinsum dilakukan untuk mempercepat perbaikan gorong-gorong yang rusak di dasar jalan sejak Februari 2010 lalu.
"Rencananya ditutup selama enam minggu, kalau cuaca mendukung. Kami sudah berkoordinasi dengan polisi dan dinas perhubungan untuk hal ini," ujar Berlian menjelaskan soal kemungkinan lamanya penutupan jalan negara itu.
Sebelumnya, jalur utama di Sumatera ini bisa dilewati truk maupun bus melalui dua arah. Namun, pihak kontraktor kemudian membongkar jalan darurat di sebelah timur jalan untuk melakukan perbaikan gorong-gorong.
Praktis, jalur ini kini hanya bisa dilewati kendaraan berukuran kecil. Dari rencananya 50 gorong-gorong yang akan dipasang, kini sudah terpasang 42 buah di antaranya.
Kedalaman gorong-gorong ini mencapai 24 meter dari permukaan ja lan, dengan diameter masing-masing 2 meter dan berat 8 ton. Februari lalu, gorong-gorong yang lama pecah dan memicu amblasnya badan jalan di titik ini.
Akibat ditutupnya jalinsum, lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif Simpang Gayam Ketapang atau jalur lintas pantai timur melalui Sribhawono, Lampung Timur. Namun, di saat lalu lintas padat, hampir selalu terjadi kemacetan parah di jalur ini.
Secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, Hadiyanto, mengatakan pihaknya tengah mengebut perbaikan jalinsum di KM 79/80. Sedikitnya tujuh alat berat telah dikerahkan untuk membongkar tanah dan memperbaiki gorong-gorong.
"Mudah-mudahan, selambat-lambatnya sepuluh hari ke depan, gorong-gorong sudah bisa diuruk dan jalan kembali dilewati meskipun kemungkinan belum aspal. Kami bekerja siang dan malam," ujar Hadiyanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang