YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bantuan bagi korban Gunung Merapi, yang sebagian besar berupa pakaian bekas, menumpuk di Stasiun Tugu, Yogyakarta.
"Sebenarnya PT KA Daop VI sudah menyediakan truk untuk mengangkut bantuan yang sebagian besar datang dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung ke pos-pos pengungsian yang tersebar, baik di dalam maupun luar Yogyakarta," kata Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto di Yogyakarta, Kamis (18/11/2010).
Sumbangan tersebut menumpuk dan kemasan di sebagian barang sudah rusak lantaran belum diambil pemiliknya meskipun sudah ditujukan ke alamat tertentu.
"Padahal kami sudah menghubungi alamat yang dituju melalui layanan pesan singkat. Kami tidak berani langsung mendistribusikan paket-paket yang disertai alamat," katanya.
Dalam mengantisipasi penumpukan ini, pihaknya menyalurkan barang yang sudah tiga hari tidak diambil ke posko-posko pengungsian dan dinas sosial.
"Untuk barang kiriman yang tidak disertai alamat tujuan, relawan boleh mengambilnya untuk dibagikan kepada pengungsi," katanya.
Jumlah bantuan yang masuk melalui Stasiun Tugu, kata Eko, mencapai 800 ton. "Meskipun menumpuk, kami tetap akan menerima bantuan yang datang," ungkapnya.
"PT Kereta Api memperpanjang paket pengiriman gratis bagi para pengungsi hingga 30 November. Sebelumnya, layanan tersebut hanya sampai 18 November," katanya.
Perpanjangan pengiriman ini dilakukan lantaran animo masyarakat dalam memberikan sumbangan begitu besar. Selain itu, penyampaian sumbangan akan lebih efektif jika dikirim dengan kereta api karena dapat memuat banyak barang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang