Ketiga KA ekonomi yang beroperasi di wilayah kerja PT KA Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta dan tarifnya naik adalah KA Sri Tanjung (Yogyakarta-Banyuwangi), KA Bengawan (Solo-Jakarta), dan KA Progo (Yogyakarta-Jakarta).
Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto membantah kenaikan tarif. ”Ini penyesuaian tarif karena ada penyederhanaan penggolongan jarak pada tarif,” kata Eko, Kamis (18/11).
Perubahan penggolongan tarif itu adalah dihapuskannya dua golongan tarif jarak yakni jarak I (1-210 kilometer) dan jarak II (211-310 km) dileburkan dalam tarif golongan III, yakni 1-350 km. Adapun tarif jarak IV (351-400 km) dan V (401-450 km) tetap pada ketentuan lama.
Artinya, tarif yang harus dibayar penumpang yang menempuh jarak 1 km maupun 350 km sama. Dampaknya, tarif KA Progo (Yogyakarta-Jakarta), contohnya, menjadi sama rata Rp 35.000. Sebelumnya terdapat tiga besaran tarif yang disesuaikan dengan jarak, yakni Rp 26.000, Rp 28.000, dan Rp 35.000.
Tarif KA Bengawan juga menjadi Rp 35.000 dan Rp 37.000. Sebelumnya terdapat empat tarif, yakni Rp 26.000, Rp 28.000, Rp 35.000, dan Rp 37.000. Begitu pula tarif KA Sri Tanjung menjadi tiga besaran, yakni Rp 24.000, Rp 29.000, dan Rp 35.000 dari sebelumnya Rp 17.000, Rp 19.500, Rp 24.000, Rp 26.000, dan Rp 35.000.
”Kebijakan ini juga akan
Tarif Yogyakarta-Kutoarjo jika ditempuh dengan KA Progo sebesar Rp 35.000. adapun tarif KA Prameks dengan relasi yang sama hanya Rp 9.000.
Dihubungi terpisah, Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Widijantoro tidak setuju dengan penyamarataan tarif rute dekat dan jauh PT KA. ”Prinsipnya, konsumen hanya membayar sesuai apa yang diperolehnya. Kalau jarak jauh dan dekat tarifnya sama, tentu tidak adil,” katanya.
Kenaikan tarif kelas ekonomi juga dinilai Widijantoro tak sesuai prinsip KA kelas ekonomi sebagai transportasi massal yang aksesibel untuk semua kalangan dan murah. Kenaikan tarif itu juga belum diiringi peningkatan kualitas layanan di KA ekonomi yang diakses masyarakat kelas menengah bawah. ”Selama ini, peningkatan fasilitas baru sebatas janji, realisasinya masih harus ditunggu,”katanya.