Tarif Tiga KA Ekonomi Naik

Kompas.com - 19/11/2010, 03:52 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Tarif tiga KA ekonomi yang beroperasi di wilayah Yogyakarta khususnya pada rute dekat naik mulai 17 November. Kenaikan tarif didasarkan kebijakan PT Kereta Api menyederhanakan penggolongan jarak tarif.

Ketiga KA ekonomi yang beroperasi di wilayah kerja PT KA Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta dan tarifnya naik adalah KA Sri Tanjung (Yogyakarta-Banyuwangi), KA Bengawan (Solo-Jakarta), dan KA Progo (Yogyakarta-Jakarta).

Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto membantah kenaikan tarif. ”Ini penyesuaian tarif karena ada penyederhanaan penggolongan jarak pada tarif,” kata Eko, Kamis (18/11).

Perubahan penggolongan tarif itu adalah dihapuskannya dua golongan tarif jarak yakni jarak I (1-210 kilometer) dan jarak II (211-310 km) dileburkan dalam tarif golongan III, yakni 1-350 km. Adapun tarif jarak IV (351-400 km) dan V (401-450 km) tetap pada ketentuan lama.

Artinya, tarif yang harus dibayar penumpang yang menempuh jarak 1 km maupun 350 km sama. Dampaknya, tarif KA Progo (Yogyakarta-Jakarta), contohnya, menjadi sama rata Rp 35.000. Sebelumnya terdapat tiga besaran tarif yang disesuaikan dengan jarak, yakni Rp 26.000, Rp 28.000, dan Rp 35.000.

Tarif KA Bengawan juga menjadi Rp 35.000 dan Rp 37.000. Sebelumnya terdapat empat tarif, yakni Rp 26.000, Rp 28.000, Rp 35.000, dan Rp 37.000. Begitu pula tarif KA Sri Tanjung menjadi tiga besaran, yakni Rp 24.000, Rp 29.000, dan Rp 35.000 dari sebelumnya Rp 17.000, Rp 19.500, Rp 24.000, Rp 26.000, dan Rp 35.000.

”Kebijakan ini juga akan mendorong hidupnya kereta-kereta komuter di setiap wilayah kerja PT KA, seperti KA Prameks yang dimiliki Daop VI, karena tarifnya menjadi lebih bersaing” ujarnya.

Tarif Yogyakarta-Kutoarjo jika ditempuh dengan KA Progo sebesar Rp 35.000. adapun tarif KA Prameks dengan relasi yang sama hanya Rp 9.000.

Dihubungi terpisah, Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Widijantoro tidak setuju dengan penyamarataan tarif rute dekat dan jauh PT KA. ”Prinsipnya, konsumen hanya membayar sesuai apa yang diperolehnya. Kalau jarak jauh dan dekat tarifnya sama, tentu tidak adil,” katanya.

Kenaikan tarif kelas ekonomi juga dinilai Widijantoro tak sesuai prinsip KA kelas ekonomi sebagai transportasi massal yang aksesibel untuk semua kalangan dan murah. Kenaikan tarif itu juga belum diiringi peningkatan kualitas layanan di KA ekonomi yang diakses masyarakat kelas menengah bawah. ”Selama ini, peningkatan fasilitas baru sebatas janji, realisasinya masih harus ditunggu,”katanya. (ENG)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau