Partai golkar

Ical: Tidak Harus Ketua Umum Jadi Capres

Kompas.com - 19/11/2010, 05:26 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan tidak harus ketua umum yang nantinya ditetapkan sebagai calon presiden dalam Pilpres 2014. Keterangan ini disampaikan Aburizal Bakrie yang akrab disapa Ical kepada rombongan wartawan Indonesia di Singapura seusai menyampaikan kuliah umumnya “The World in Indonesia, Indonesia in The World” di Hotel Shangri La, Singapura, Kamis (18/11/2010).

"Jadi, karena itulah maka ke depan kita tidak mau double standard sehingga pada Golkar itu akan kita tentukan nanti pada tahun 2013, mungkin awal  2013 kita adakan survei, kita lihat siapa yang paling populer, tidak harus bahwa ketua umum jadi calon presiden. Bisa saja orang lain," ujar Ical.

Ical juga menyampaikan kemungkinan kandidat presiden itu adalah orang terbaik yang berada di luar Golkar. Setidaknya Ical berharap capres Partai Golkar itu nantinya mampu menjalankan program kerja yang sudah dicanangkan dan sesuai dengan undang-undang walaupun menghadapi penentangan seperti dalam kasus pembebasan lahan. "Jangan karena 100 orang demo, terus sebuah program tidak dilaksanakan padahal secara undang-undang diperbolehkan," tuturnya.

Namun, Ical menekankan ambisinya bahwa Partai Golkar harus menang dalam Pemilu 2014. "Tapi Partai Golkar sendiri harus menang," jelas Ical dengan penuh rasa optimis kepada wartawan.

Saat ditanya dasar optimismenya bahwa Partai Golkar akan keluar sebagai pemenang Pemilu 2014,  Ical menjelaskan ada beberapa alasan yang menunjang hal itu. Beberapa hal itu menurut Ical adalah karena infrastruktur partai Golkar yang kuat selain telah terbentuknya konsolidasi kaderisasi sampai pada tingkat desa. Ical juga menyebutkan dasar optimismenya yang diletakkan pada kemenangan 53 persen Partai Golkar dalam pilkada serta fakta tentang pergerakan popularitas tertinggi yang dialami Golkar berdasarkan hasil survei terakhir meskipun secara peringkat masih nomor dua di bawah Partai Demokrat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau