Jaya suprana

Boyong Wayang Orang ke Sydney Opera

Kompas.com - 19/11/2010, 06:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komposer, pianis dan pengusaha jamu Jaya Suprana punya gawean besar. Dalam waktu dekat ini, ia akan memboyong kelompok Wayang Orang Bharata untuk tampil di Australia. Tempat yang dipilih bukan main prestise-nya, yakni Sydney Opera House.

"Ini yang pertama wayang orang bisa main di Sydney Opera House. Kalau orchestra atau pertunjukan lainnya mungkin sudah biasa, tapi ini wayang orang lho," ujar Jaya bangga, saat ditemui di sela peluncuran album resital piano anak didiknya, Lita Liviani Tandiono, di Jakarta, belum lama ini.

Bukan perkara mudah tentunya bisa menghadirkan wayang orang di tempat bergengsi seperti itu. Selain butuh ongkos besar, penyajian cerita yang menarik agar tak membosankan menjadi hal yang jadi perhatian. "Biaya untuk menyewa sehari saja Rp 600 juta, belum biaya lainnya," katanya.

Tapi itu bukan soal. Menghadirkan pementasan Wayang Orang, kata dia, menjadi salah satu obsesi besarnya. Ada sejumlah alasan kenapa ia ngotot memboyong pementasan itu di Sydney Opera House. Kata Jaya Suprana, salah satunya lantaran ia ingin mengangkat wayang orang agar sederajat dengan seni petunjukan lainnya semacam musik klasik. Memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia kaya dengan seni budaya, tak sekedar musik dan tari.

Sebanyak 70 seniman dari kelompok Wayang Orang Bharta akan diboyong ke Negeri Kangguru itu untuk pementasan pada 26 Desember nanti. Di sana, mereka tak cuma sekedar mempertontonkan kebolehannya, tapi juga mengajak penonton untuk ikut menyisihkan sebagian uangnya untuk korban bencana di Tanah Air.

"Biar tak terlalu panjang durasi pertunjukannya akan lebih pendek. Pementasan ini juga bagian dari usaha penggalangan dana buat korban bencana alam," kata pria berdarah Tionghoa kelahiran Denpasar, Bali, 27 Januari 1949 ini.

Sebelum tampil di sana, pertunjukan Wayang Orang dengan lakon Banjaran Gatotkaca, tersebut akan ditampilkan di hadapan publik sendiri di Balai Sarbini, Jakarta pada 22 November nanti. "Ya hitung-hitung pemanasan," ujarnya. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau