Warga Merapi di Jrakah Mulai Berladang

Kompas.com - 19/11/2010, 10:03 WIB

BOYOLALI, KOMPAS.com — Warga di Lereng Gunung Merapi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang sudah kembali ke dusunnya mulai mengolah ladang.
    
Sejumlah warga Dusun Jarak, Jrakah, yang ditemui, Jumat (19/11/2010), menyebutkan, mereka segera mengolah lahan begitu kembali karena tanah tempat mereka bertani itu rusak setelah diguyur hujan abu tebal Merapi.
    
Menurut Sugiyo (45), warga Dusun Jarak, Jrakah, warga mulai menggarap ladang pertanian mereka sejak dua hari sebelumnya. Warga Jrakah mengungsi sejak Kamis (4/11/2010) malam dan kembali ke rumah masing-masing mulai Senin (15/11/2010) secara berangsur-angsur.
    
Sejumlah warga juga terlihat mencari rumput untuk ternak. Sugiyo menjelaskan, ladangnya sebelum bencana ditanami daun bawang dan labu siam. Namun, akibat  hujan abu vulkanik, semuanya mati kering.
    
Dia mengaku belum tahu akan menanam apa lagi di ladang itu. "Saya yang penting mengolah tanah dulu agar dapat ditanami lagi. Saya hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk bibit sayuran dan pupuknya," katanya.
    
Menurut dia, kalau hanya berdiam diri, keluarganya tidak akan mendapat penghasilan. Kepala Desa Jrakah Tumar menjelaskan, warga yang sudah pulang dari pengungsian sekitar 90 persen dari total penduduk sebanyak 4.425 jiwa.
    
Menurut Tumar, warga banyak yang bingung mengenai penggarapan ladang mereka karena mereka tidak mampu membeli bibit dan pupuknya. Menurut dia, persediaan jatah hidup bagi warga Desa Jrakah masih cukup lima hari ke depan. Mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah.
    
Sementara itu, puncak Merapi sejak Jumat pagi hingga pukul 09.00 WIB cerah dan  mengeluarkan asap warna putih kecoklatan. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Boyolali, Juwaris menjelaskan, pemkab sedang mendata kebutuhan kelompok tani untuk segera diajukan bantuan ke pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau