Cara sehat Menyimpan Makanan

Kompas.com - 19/11/2010, 11:06 WIB

Saat kita berbelanja bulanan, begitu banyak makanan yang kita beli untuk mencukupi kebutuhan hari-hari. Tapi coba amati, berapa banyak dari makanan tersebut yang justru terbuang percuma karena teknik penyimpanan yang tidak tepat. Walhasil niat awal untuk menghemat dengan membeli banyak justru merugi karena makanan banyak terbuang.

Sebenarnya ada yang bisa kita lakukan untuk masalah tersebut, yaitu memahami rumus menyimpan makanan agar lebih tahan lama. Dan rumus tersebut cukup dipahami dengan melakukan Do & Don’t di bawah ini:

Telur.
DO : Simpan di rak khusus penyimpan telur pada lemari es. Ini akan membuat telur bisa bertahan selama 3-4 minggu.

DON’T : Menyimpan telur di rak bagian bawah lemari es, khususnya pada rak yang menempel pada pintu lemari es. Sebab biasanya rak tersebut tanpa penyangga khusus untuk telur sehingga yang akan kita lakukan adalah menumpuk telur. Ini tentu membuat telur mudah pecah. Plus bagian rak tersebut biasanya memiliki suhu yang lebih panas sehingga membuat telur tidak tahan lama.

Daging beku.
DO : Simpan di rak khusus penyimpanan daging pada lemari es. Rak ini akan menjaga kesegaran daging dengan membuat suhu dan sirkulasi udara yang baik untuk daging. Tapi ingat, daging hanya akan aman disimpan selama 3-5 hari.

DON’T : Tidak membungkus daging dengan rapat.

Tomat.
DO: Simpan di rak khusus penyimpanan buah. Tempatkan tomat yang masih muda di bagian dalam, sedangkan yang sudah matang dan siap digunakan di bagian luar. Ini akan membuat kita mengambil tomat yang sudah matang terlebih dahulu, plus memberikan waktu bagi tomat muda untuk matang dan siap digunakan.

DON’T : Menempatkan tomat di samping sayur-sayuran, sebab akan mengeluarkan gas ethylene yang dapat membuat tomat lebih cepat busuk.

Bawang putih dan bawang merah.
DO : Simpanlah di tempat yang hangat dan kering.

DON’T : Dibungkus dan disimpan dekat sayuran. Bawang putih dan bawang merah mengandung alliums yang merupakan sulfur yang dapat menyebarkan aroma kuat ke sekitarnya. Itu mengapa, jangan pernah menyimpan bawanng putih dan bawang merah di dalam lemari es. Selain karena aromanya akan merusak makanan yang kita simpan, suhu dingin lemari es juga akan membuat bawang lebih cepat busuk.

Semangka.
DO : Bungkus dan simpan pada tempat yang kering, ini akan menambah kandungan lycopene dan beta-carotene dalam semangka. Dan sehari sebelum mengonsumsinya, simpanlah di lemari es agar terasa lebih segar.

DON’T :  Disimpan berdampingan dengan buah-buah lainnya. Sebab buah-buahan biasanya akan mengeluarkan gas ethylene dan semangka sangat sensitif dengan gas ini karena membuatnya lebih cepat busuk.

Anggur.
DO : Pastikan semua anggur dalam keadaan baik. Jika ada anggur yang mulai lembek atau ada kerusakan, sebaiknya dipisahkan. Setelah itu cuci anggur dan lap dengan kain handuk, tujuannya agar anggur tidak lembap sehingga mengundang timbulnya jamur. Lalu, simpan anggur pada wadah plastik yang memiliki lubang ventilasi untuk membuat sirkulasi udara tetap terjaga.

DON’T : Tidak mengelap anggur setelah dicuci. Anggur adalah salah satu buah yang mudah sekali lembap yang dapat dengan cepat mengundang datangnya jamur.

Mushroom atau jamur.
DO : Bungkus jamur dengan kertas dan simpan di lemari es. Dengan membuat jamur tetap kering pada suhu yang dingin tidak akan memberi peluang bagi bakteri untuk tumbuh di atasnya.

DON’T : Dicuci dan baru kemudian disimpan dalam lemari es. Ini hanya akan membuat jamur kita ‘dikunjungi’ oleh bakteri.

Kentang.
DO : Simpan di tempat yang kering dan gelap.

DON’T : Menyimpannya ditempat yang terang, sebab dapat memicu pertumbuhan racun di dalam kentang.

Asparagus.
DO : Bungkus dengan kain yang menyerap dan masukkan ke dalam wadah plastik. Cara ini akan membuat asparagus terhindar dari dehidrasi dan tetap segar.

DON’T : Menyimpannya pada wadah yang berisi air. Cara ini justru memicu pertumbuhan bakteri dan membuat asparagus cepat busuk.

Sayuran hijau.
DO : Cuci dan keringkan. Lalu bungkus dengan handuk yang menyerap dan setelah itu simpan dalam plastik. Ini akan membuat sayuran tidak lembap sehingga umur sayuran lebih panjang.

DON’T : Meletakkan berdampingan dengan tomat, sebab sayuran hijau mengeluarkan gas ethylene yang dapat membuat tomat lebih cepat busuk.

Dengan panduan ini, setidaknya kita bisa membuat stok makanan tetap layak konsumsi. Dan yang pasti, cara ini akan membuat kita bisa lebih hemat karena tak ada makanan yang terbuang percuma. (PreventionIndonesia/Siagian Priska)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau