Kasus mafia perkara

Satgas Bakal Temui Gayus Lagi

Kompas.com - 19/11/2010, 13:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satgas Pemberantasan Mafia Hukum akan kembali bertemu dengan terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Tambunan. Hal ini diakui oleh anggota Satgas, Mas Ahmad Santosa, di Gedung MPR/DPR/DPD, Jumat (19/11/2010).

"Sangat terbuka, sudah direncanakan ada. Pokoknya semua pihak, termasuk yang Anda sebut namanya, akan dimintai keterangan," ungkapnya.

Namun, pria yang akrab disapa Ota ini enggan menyebutkan hal-hal substansi yang akan dicari Satgas melalui keterangan Gayus. "Itu rahasialah," katanya sambil tertawa.

Begitu pula soal hasil investigasi Satgas di Bali terkait keluarnya Gayus dengan mudah dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dan pergi ke Bali bersama keluarganya, Ota enggan berkomentar.

Ota berjanji akan menepati janjinya mengungkapkan hasil investigasi pada tiga hari ke depan. Ota juga menambahkan, Satgas tidak akan terjebak dalam spekulasi mengenai pertemuan Gayus dengan salah satu petinggi Partai Golkar di Bali.

"Kami tidak mau terjebak dengan spekulasi itu, sebab kalau belum apa-apa sudah ada sugesti terhadap orang-orang tertentu, kita nanti dalam penggalian informasi tidak jernih, tidak jujur, tidak obyektif. Tetapi, siapa pun yang bertemu dengan Gayus akan kita gali. Tidak hanya berfokus pada orang-orang tertentu," tandasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau