Pasokan Susu dari Peternak Naik 100 Persen

Kompas.com - 19/11/2010, 15:34 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Jumlah susu yang diterima Frisian Flag dari para peternak lokal naik 100 persen dibandingkan 10 tahun lalu. Saat ini, Frisian Flag menerima hampir 400 ton susu per hari, sedangkan tahun 2000 hanya sekitar 200 ton.

Trade Marketing Director Frisian Flag Indonesia Hendro H Poedjono, seusai penyaluran dana bantuan pendidikan Berbagi untuk Maju di Sekolah Dasar (SD) Cirangrang IV, Bandung, Jumat (19/11/2010), mengatakan, pasokan susu terbesar berasal dari Jawa Barat, sekitar 250 ton per hari.

"Saat ini, di Jabar terdapat 10.000 peternak lokal yang menjadi mitra kami. Mereka tersebar antara lain di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Subang," katanya.

Jumlah susu terbanyak disusul Jawa Timur sekitar 80 ton dan Jawa Tengah sekitar 60 ton per hari. Adapun total jumlah susu Frisian Flag yang dipasarkan sekitar 1,5 juta liter per hari dan semua disalurkan ke dalam negeri. Meski jumlah meningkat, Frisian Flag tetap tegas soal mutu susu.

"Ketentuan itu, misalnya, jika susu yang dikirim ke pabrik sudah busuk, Frisian Flag tidak membelinya. Setibanya di pabrik, suhu susu pun tidak boleh lebih dari 4 derajat celsius. Sebagai upaya meningkatkan mutu," tutur Hendro, dilakukan penelitian agar harga susu terus naik.

Jumlah kandungan bakteri pun bisa ditekan. Jika diperlukan, menurut Hendro, pihaknya bisa meminta Pemerintah Belanda untuk menyalurkan bantuan. "Kalau koperasi tidak punya alat pendingin karena mahal, misalnya, badan usaha itu diberi bantuan," kata Hendro.

Daerah-daerah dengan koperasi yang sudah menerima bantuan tersebut seperti Pangalengan dan Lembang di Jabar, serta Boyolali di Jateng. Hendro menambahkan, para peternak sapi binaan Frisian Flag yang berada di daerah-daerah sekitar Merapi tidak terkena dampak erupsi gunung itu.

"Pasokan susu masih lancar dan para peternak bersyukur karena tidak terkena dampak letusan Gunung Merapi," kata Hendro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau