Asian games xvi

Perahu Naga Bisa Tambah 1 Emas Lagi

Kompas.com - 19/11/2010, 16:31 WIB

GUANGZHOU, Kompas.com - Medali emas ketiga bagi Kontingen Indonesia kemungkinan besar kembali diraih di Danau Zengcheng pada final 250 meter cabang perahu naga Asian Games XVI 2010, Sabtu (20/11/10).

"Catatan waktu pada 250 meter pertama, tim Indonesia masih teratas. Kami targetkan sapu bersih di nomor putra," kata Ketua PODSI Achmad Sutjipto di Zengcheng, Guangzhou, Jumat (19/11/10).

Ia optimistis, tim perahu naga Indonesia kembali mempersembahkan medali emas di nomor putra. Termasuk pula kans besar juga di bagian putri, meski masih berada di bawah bayang-bayang China.

Cabang perahu naga merupakan cabang olahraga yang baru pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games 2010, dan diharapkan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang Olimpiade.

"Pada final 500 meter, tim Indonesia mencatat waktu 51.952 detik pada 250 meter pertama, masih di atas Myanmar dan China, namun pada jarak pendek perlu kayuhan lebih kuat saat start nanti," kata Sutjipto.

Termasuk pada bagian putri, tim Indonesia akan menerapkan strategi untuk memperkuat kayuhan awal bagi tim putri "Merah Putih" yang masih tertinggal saat start oleh putri China.

Namun terlepas dari belum berhasilnya tim putri Indonesia menyumbang medali emas di nomor perahu naga, secara umum Indonesia telah merenggut medali emas putra cabang olahraga yang merupakan ciri khas dari budaya China itu.

"China bisa marah karena tim putra gagal meraih yang terbaik di cabang perahu naga, karena cabang itu merupakan warisan budaya dari Bangsa Tiongkok, tetapi sekarang kita ambil itu," kata Sutjipto.

Namun di sisi lain sukses tim perahu naga Indonesia meraih dua medali emas, menurut Suctjipto tidak lepas dari kondisi spirit dan daya juang atletnya tetap terjaga. Dengan dua medali emas, membuat tim Indonesia semakin percaya diri di cabang olahraga itu.

"Sebenarnya lomba jarak pendek adalah nomor yang selalu didominasi Myanmar, namun kali ini pedayung kita bisa membukukan catatan bagus di nomor pendek," kata Ketua Umum PODSI itu, menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau