"Tujuan mereka adalah untuk mendorong masyarakat dan mengingatkan pemerintah bahwa kemarahan masih ada namun belum untuk memaksakan berakhirnya pemerintahan," imbuhnya.
Pada pertemuan Jumat malam, diperkirakan sekitar 10.000 demonstran berada di distrik Ratchaprasong sebagai wujud pengingat bagi masyarakat Thailand bahwa masih ada persoalan berbahaya yang belum terselesaikan meski pemerintah berjanji melakukan rekonsiliasi.
Hal tersebut juga menunjukkan betapa cepatnya kaus merah berkumpul kembali di Bangkok meski dalam delapan bulan terakhir diberlakukan peraturan darurat yang melarang berkumpulnya warga berjumlah lebih dari lima orang. Walau secara teknis ilegal, protes pada Jumat tetap dibolehkan sebanjang berlangsung damai.
Ekonomi kokoh
Undang-undang darurat menolong untuk mengembalikan ketertiban di Thailand. Perekonomian Thailand kembali pulih, diperkirakan tumbuh hingga 8 persen pada tahun ini.
Harga saham Thailand jatuh hingga 5 persen hingga 1,5 miliar dollar AS karena adanya gelombang penjualan saham oleh asing pada saat kerusuhan sekarang berada di peringkat kedua sebagai yang terkokoh se-Asia Tenggara.
Namun berlanjutnya gerakan protes menandakan tipisnya kesempatan untuk segera mengakhiri dengan segera krisis politik selama lima tahun tersebut, memperlihatkan adanya lubang besar antara kelompok kaus merah yang berasal dari kaum pekerja di perkotaan dan pedesaan melawan kaum elite, kerajaan, dan militer yang mendukung Perdana Menteri kelahiran Inggris lulusan Oxford, Abhisit Vejjajiva.
"Meski demonstrasi berlanjut hari ini, saya hanya melihat sedikit risiko politik," kata Chakkrit Charoenmethachai, seorang analis dari perusahaan perantara saham di Bangkok, Globlex Securities Co Ltd.
Demonstran yang kebanyakan juga memberi dukungan kepada mantan PM yang dua kali terpilih, Thaksin Shinawattra, mengatakan demokrasi dan peradilan telah dirusak oleh musuh mereka yang berkuasa dan meminta agar pemilu dilangsungkan kembali yang menurut Abhisit dapat dilakukan tahun depan sebelum masa pemerintahannya selesai bila negara dalam kondisi damai.
Beberapa ratus demonstran berpakaian hitam dan membawa mawar merah berkumpul di luar penjara di Bangkok pada Jumat pagi meminta pembebasan demonstran lain dan pemimpin mereka. Pihak berwenang memperkirakan setidaknya 150 orang masih ditahan.
Meski massa diperkirakan berjumlah besar, tentara keamanan dan pengamat memperkirakan keadaan tetap amam.
Pemimpin demostran yang tetap bebas karena imunitas yang diberikan kepadanya sebagai anggota parlemen, Jatuporn Prompan, mengatakan kepada polisi pada Kamis bahwa protes hanya akan berlangsung 1-2 jam. Sekitar 1.800 polisi akan diturunkan untuk mengawasi konvoi massa.
"Kami meminta pembebasan para pemimpin kami dan penuntutan bagi mereka yang bertanggung jawab atas tindakan mereka dan kami akan segera pulang ke rumah," kata Jatuporn kepada Reuters.