Bellydancing, Merayakan Tubuh Perempuan

Kompas.com - 19/11/2010, 17:14 WIB

KOMPAS.com - Bellydancing kerap dikaitkan dengan tarian erotis yang ditampilkan untuk menghibur kaum pria. Namun coba tengok di pusat-pusat kebugaran; bellydancing saat ini mulai dijadikan group exercise yang mampu menarik minat banyak kaum perempuan.

Kebebasan perempuan memang membuat mereka menjadikan bellydancing sebagai sarana untuk merayakan diri sendiri. Bellydancing tak ubahnya olahraga aerobik yang bisa digunakan untuk berolahraga sekaligus bersosialisasi dengan teman-teman. Saat ber-bellydancing Anda juga tidak perlu mengkhawatirkan perut yang berlemak, karena toh di pusat kebugaran Anda tidak perlu berpakaian serba terbuka seperti penari dari Timur Tengah. Cukup tambahkan scarf pinggul yang dilengkapi koin-koin, yang akan gemerincing ketika pinggul Anda bergoyang dengan semestinya.

Dulu, perempuan di Timur Tengah didorong untuk mempraktekkan tarian ini untuk membantu mereka meningkatkan energi dan memperlancar proses persalinan. Iona Wilson, seorang instruktur bellydancing di Amerika, mengatakan bahwa tarian forklor ini dilakukan oleh ibu dan teman-teman perempuan di pinggir tempat tidur tempat proses persalinan berlangsung. Para ibu ini bertugas mengingatkan gerakan-gerakan yang bisa membantu persalinan tersebut. Wilson bahkan masih menarikan tarian ini saat hamil delapan bulan, dan sebulan setelah melahirkan.

"Tarian ini membantu menguatkan dasar tulang panggul dan seluruh otot perut," katanya.

Wilson dan murid-muridnya menari ketika merasa lelah, frustrasi, marah, depresi, dan bahkan ketika mereka sedang bersedih karena kehilangan orang yang dikasihi. Gerakannya memang sungguh-sungguh mengeluarkan depresi dari tubuh. Ketika Anda bergerak, khususnya dengan gerakan-gerakan yang diiringi guncangan pundak yang meloloskan energi dalam pleksus solar (jaringan saraf-saraf simpatis yang terletak di belakang lambung dan di depan aorta), serta goyangan pinggul yang akan mengaduk-aduk energi Anda.

Tarian ini menggairahkan, dan mampu menonjolkan seluruh lekuk tubuh perempuan. Jika Anda ragu apakah tubuh Anda cukup feminin dengan adanya lekukan di sana-sini, tarian ini akan membuat Anda merasakannya. Bellydancing membuat Anda mensyukuri tubuh Anda yang penuh, berlekuk, bahenol, apapun yang tidak dimiliki tubuh model yang serbalurus.

“Tarian ini membantu perempuan untuk mendapatkan keyakinan dirinya, dan meningkatkan kepercayaan diri," kata seorang penari yang kerap tampil di festival. “Dan, kita punya komunitas perempuan yang berlatih bersama. Mereka semua seperti saudara."

Jika Anda belum yakin, silakan mampir ke pusat-pusat kebugaran, dan temukan scarf pinggul berkoin dan simbal-simbal jari, lalu mulailah menari. Selain harus menggoyangkan pinggul, tak ada lagi aturan yang perlu Anda ikuti. Anda bebas mengekspresikan diri Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau