Ribuan Korban Wasior Masih di Manokwari

Kompas.com - 19/11/2010, 17:43 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com - Hampir dua bulan pascabanjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, ribuan korban masih bertahan di tiga lokasi pengungsian di Manokwari, ibu kota Papua Barat. Sejumlah korban mengaku sudah jenuh berada di pengungsian dan ingin segera kembali ke Wasior.

Ribuan korban banjir itu mengungsi di area Pusat Diklat Kehutanan di kawasan Fasharkan, lapangan Kodim Manokwari, dan area kantor Distrik Ransiki.

Sekretaris Posko Induk Penanggulangan Banjir di Wasior, Zeth Numberi, Jumat (19/11/2010), mengatakan para korban banjir ini semula akan dikirim kembali ke Wasior tanggal 16 November lalu atau bersamaan dengan berakhirnya masa transisi tanggap darurat.

"Namun karena 93 unit hunian sementara yang akan dipakai untuk menampung para korban banjir di Wasior belum tuntas pembangunannya, proses pemulangan ditunda. Diperkirakan baru awal Desember hunian sementara beres," ujar Zeth.

Sementara sejumlah korban banjir yang mengungsi di area Pusat Diklat Kehutanan dan lapangan Kodim Manokwari yang ditemui Kompas berharap pembangunan hunian sementara di Wasior bisa segera tuntas, sehingga mereka bisa segera kembali ke Wasior.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau