Hadiah nobel

Panel Mungkin Tak Serahkan Hadiah untuk Liu Xiaobo

Kompas.com - 20/11/2010, 02:35 WIB

Oslo, Jumat - Hadiah Nobel Perdamaian yang seharusnya diberikan kepada Liu Xiaobo mungkin tidak akan diserahkan tahun ini oleh panitia Nobel karena China kemungkinan kecil membiarkan siapa pun dari keluarga Liu untuk menerimanya.

Seorang pejabat Nobel mengatakan, belum pernah terjadi China melakukan tekanan diplomatik seperti tahun ini.

Dibuat berang oleh hadiah itu, Beijing kabarnya mengawasi keras kerabat Liu dan menekan negara-negara lain agar tidak mengirim perwakilan ke upacara pemberian hadiah itu tanggal 10 Desember di Oslo.

Duta besar-duta besar dari Rusia, Kuba, Kazakhstan, Maroko, dan Irak menolak undangan ke upacara tersebut, tetapi tidak menyebutkan alasannya, kata Geir Lundestad, Sekretaris Komite Nobel Norwegia, Kamis (18/11).

”Untuk sebuah kedutaan besar secara aktif mencoba membujuk kedutaan besar-kedutaan besar lain agar tidak berpartisipasi dalam upacara itu adalah sesuatu yang baru,” kata Lundestad.

Hadiah bergengsi sebesar 10 juta krone (sekitar 1,4 juta dollar AS) itu hanya bisa diterimakan oleh pemenangnya atau anggota keluarga dekat.

Liu, seorang pembangkang China, sedang menjalani hukuman 11 tahun penjara karena subversi setelah menjadi salah satu penyusun sebuah imbauan yang meminta reformasi sistem politik satu partai China. Istrinya, Liu Xia, telah dikenai tahanan rumah sejak hadiah itu diumumkan pada bulan lalu.

Lundestad mengatakan, tidak ada kerabat yang telah mengumumkan rencana untuk datang ke Oslo untuk upacara itu.

”Tampaknya, kemungkinan kecil keluarga dekatnya akan hadir,” kata Lundestad. ”Kalau demikian kami tidak akan memberikan medali dan diploma itu selama upacara.”

Apabila hal itu terjadi, ini untuk pertama kalinya sejak 1936 ketika tidak ada seorang pun hadir untuk menerima medali dan diploma bagi jurnalis Jerman, Carl von Ossietzky, yang waktu itu sedang sakit parah dan tidak diizinkan meninggalkan Jerman yang dikuasai Nazi. Namun, seorang wakil Ossietzky menerima hadiah uangnya, kata Lundestad.

Liu Xiaobo mempunyai tiga saudara laki-laki, yang paling terkenal Liu Xiaoxuan, si bungsu, yang telah dilarang oleh atasannya untuk pergi. (AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau