Oslo, Jumat
Seorang pejabat Nobel mengatakan, belum pernah terjadi China melakukan tekanan diplomatik seperti tahun ini.
Dibuat berang oleh hadiah itu, Beijing kabarnya mengawasi keras kerabat Liu dan menekan negara-negara lain agar tidak mengirim perwakilan ke upacara pemberian hadiah itu tanggal 10 Desember di Oslo.
Duta besar-duta besar dari Rusia, Kuba, Kazakhstan, Maroko, dan Irak menolak undangan ke upacara tersebut, tetapi tidak menyebutkan alasannya, kata Geir Lundestad, Sekretaris Komite Nobel Norwegia, Kamis (18/11).
”Untuk sebuah kedutaan besar secara aktif mencoba membujuk kedutaan besar-kedutaan besar lain agar tidak berpartisipasi dalam upacara itu adalah sesuatu yang baru,” kata Lundestad.
Hadiah bergengsi sebesar 10 juta krone (sekitar 1,4 juta dollar AS) itu hanya bisa diterimakan oleh pemenangnya atau anggota keluarga dekat.
Liu, seorang pembangkang China, sedang menjalani hukuman 11 tahun penjara karena subversi setelah menjadi salah satu penyusun sebuah imbauan yang meminta reformasi sistem politik satu partai China. Istrinya, Liu Xia, telah dikenai tahanan rumah sejak hadiah itu diumumkan pada bulan lalu.
Lundestad mengatakan, tidak ada kerabat yang telah mengumumkan rencana untuk datang ke Oslo untuk upacara itu.
”Tampaknya, kemungkinan kecil keluarga dekatnya akan hadir,” kata Lundestad. ”Kalau demikian kami tidak akan memberikan medali dan diploma itu selama upacara.”
Apabila hal itu terjadi, ini untuk pertama kalinya sejak 1936 ketika tidak ada seorang pun hadir untuk menerima medali dan diploma bagi jurnalis Jerman, Carl von Ossietzky, yang waktu itu sedang sakit parah dan tidak diizinkan meninggalkan Jerman yang dikuasai Nazi. Namun, seorang wakil Ossietzky menerima hadiah uangnya, kata Lundestad.
Liu Xiaobo mempunyai tiga saudara laki-laki, yang paling terkenal Liu Xiaoxuan, si bungsu, yang telah dilarang oleh atasannya untuk pergi.