Letusan Gunung Merapi kali ini tercatat yang terbesar sejak tahun 1872. Dampaknya pun membuat radius aman yang semula 10 kilometer dinaikkan menjadi 20 kilometer dari puncak Merapi. Akibatnya, terjadi eksodus besar-besaran warga di radius tersebut dan gelombang pengungsi naik tajam.
Dua minggu pascaletusan besarnya, intensitas letusan dan aktivitas vulkanik Merapi menurun. Radius aman pun diturunkan lagi menjadi 5-15 kilometer dari puncak Merapi.
Kondusifnya Merapi disambut gembira para pengungsi. Mereka berbondong-bondong kembali ke rumah dan mulai membersihkan rumah dari material vulkanik. Aktivitas warga pun mulai berjalan normal. Pasar mulai ramai, petani mulai menggarap sawah, dan anak-anak kembali ke sekolah.
Namun, bagi sebagian warga yang kehilangan rumah, sawah, ternak, ataupun keluarganya, kesedihan dan trauma masih terus membayangi.
Meskipun bencana mulai berlalu, korban