Menata Kehidupan Lagi...

Kompas.com - 20/11/2010, 13:42 WIB

Letusan Gunung Merapi kali ini tercatat yang terbesar sejak tahun 1872. Dampaknya pun membuat radius aman yang semula 10 kilometer dinaikkan menjadi 20 kilometer dari puncak Merapi. Akibatnya, terjadi eksodus besar-besaran warga di radius tersebut dan gelombang pengungsi naik tajam.

Dua minggu pascaletusan besarnya, intensitas letusan dan aktivitas vulkanik Merapi menurun. Radius aman pun diturunkan lagi menjadi 5-15 kilometer dari puncak Merapi.

Kondusifnya Merapi disambut gembira para pengungsi. Mereka berbondong-bondong kembali ke rumah dan mulai membersihkan rumah dari material vulkanik. Aktivitas warga pun mulai berjalan normal. Pasar mulai ramai, petani mulai menggarap sawah, dan anak-anak kembali ke sekolah.

Namun, bagi sebagian warga yang kehilangan rumah, sawah, ternak, ataupun keluarganya, kesedihan dan trauma masih terus membayangi.

Meskipun bencana mulai berlalu, korban Merapi masih membutuhkan uluran tangan. Relokasi permukiman, rehabilitasi lahan, dan rekonstruksi infrastruktur untuk mengembalikan kehidupan warga di kaki Merapi tak semudah membalik telapak tangan.

(IWAN SETIYAWAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau