Ekspor cengkih

Volume Ekspor Cengkih 591.975 Dolar AS

Kompas.com - 21/11/2010, 12:59 WIB

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Volume ekspor cengkih Provinsi Lampung pada triwulan ketiga 2010 sebanyak 118 ton senilai 591.975 dolar AS.

"Volume maupun nilai ekspor komoditas itu naik masing-masing 0,49 persen dan 87,98 persen," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Lampung, Achmad Adji Purwanto, Minggu (21/11/2010).

Ia menyebutkan, untuk periode yang sama tahun lalu, ekspor cengkih senilai 314.913 dolar dengan volume 117 ton lebih.

Menurut dia, pangsa pasar baik di luar maupun dalam negeri komoditas tersebut masih sedikit mengingat produksinya masih rendah.

Sehingga, perolehan devisa dari komoditas yang sempat menjadi salah andalan provinsi Lampung beberapa waktu lalu juga rendah.

Beberapa daerah di Provinsi Lampung seperti di Kabupaten Lampung Utara, Lampung Barat dan Way Kanan merupakan salah satu penghasil komoditas cengkih.

Data dari Pemkab Lampung Barat menunjukkan luas tanaman cengkih di daerah itu 1.093,4 hektare dengan produksi 157.449 ton pertahun.

Komoditas cengkih mengalami kemajuan pesat di Liwa, Lampung Barat. Petani setempat menanam cengkih sebagai tanaman pokok di area perkebunan, dan cocok di jadikan sebagai tanaman tumpang sari.

Tanaman cengkih banyak dijumpai di wilayah pesisir Lampung Barat karena dapat tumbuh dan berkembang baik, bila berada di daerah beriklim panas.

Sementara, di Kabupaten Waykanan produksi cengkihnya meningkat 78 persen karena pekebun di daerah itu makin serius merawat dan mengembangkan tanaman komoditas tersebut.

Kepala Bidang Budidaya dan Produksi Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Way Kanan, Sunardi, mengatakan, pada 2007 hingga 2010 lahan perkebunan cengkih rakyat seluas 1.162 hektare.

"Hingga Agustus 2010 jumlah produksi yang dihasilkan mencapai 3.220 ton. Sedang pada 2008 dan 2009 jumlah produksi cengkih yang dihasilkan pekebun hanya mencapai 378 ton setahun," kata dia.

Ia menjelaskan, pada 2007, produksi cengkih yang dihasilkan pekebun di daerah itu sebanyak 374 ton dari lahan seluas 1.162 hektar.

Pada 2006 pekebun hanya menghasilkan 377 ton dari 1.160 hektar luas lahan dan tahun 2005 pekebun cengkih menghasilkan produksi 378,5 ton dari 1.151 hektare lahan yang mereka kelola.

Produksi cengkih tertinggi, yakni 960 ton dihasilkan dari pekebun daerah Banjit yang menggarap 468 hektar lahan mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau