BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Volume ekspor cengkih Provinsi Lampung pada triwulan ketiga 2010 sebanyak 118 ton senilai 591.975 dolar AS.
"Volume maupun nilai ekspor komoditas itu naik masing-masing 0,49 persen dan 87,98 persen," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Lampung, Achmad Adji Purwanto, Minggu (21/11/2010).
Ia menyebutkan, untuk periode yang sama tahun lalu, ekspor cengkih senilai 314.913 dolar dengan volume 117 ton lebih.
Menurut dia, pangsa pasar baik di luar maupun dalam negeri komoditas tersebut masih sedikit mengingat produksinya masih rendah.
Sehingga, perolehan devisa dari komoditas yang sempat menjadi salah andalan provinsi Lampung beberapa waktu lalu juga rendah.
Beberapa daerah di Provinsi Lampung seperti di Kabupaten Lampung Utara, Lampung Barat dan Way Kanan merupakan salah satu penghasil komoditas cengkih.
Data dari Pemkab Lampung Barat menunjukkan luas tanaman cengkih di daerah itu 1.093,4 hektare dengan produksi 157.449 ton pertahun.
Komoditas cengkih mengalami kemajuan pesat di Liwa, Lampung Barat. Petani setempat menanam cengkih sebagai tanaman pokok di area perkebunan, dan cocok di jadikan sebagai tanaman tumpang sari.
Tanaman cengkih banyak dijumpai di wilayah pesisir Lampung Barat karena dapat tumbuh dan berkembang baik, bila berada di daerah beriklim panas.
Sementara, di Kabupaten Waykanan produksi cengkihnya meningkat 78 persen karena pekebun di daerah itu makin serius merawat dan mengembangkan tanaman komoditas tersebut.
Kepala Bidang Budidaya dan Produksi Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Way Kanan, Sunardi, mengatakan, pada 2007 hingga 2010 lahan perkebunan cengkih rakyat seluas 1.162 hektare.
"Hingga Agustus 2010 jumlah produksi yang dihasilkan mencapai 3.220 ton. Sedang pada 2008 dan 2009 jumlah produksi cengkih yang dihasilkan pekebun hanya mencapai 378 ton setahun," kata dia.
Ia menjelaskan, pada 2007, produksi cengkih yang dihasilkan pekebun di daerah itu sebanyak 374 ton dari lahan seluas 1.162 hektar.
Pada 2006 pekebun hanya menghasilkan 377 ton dari 1.160 hektar luas lahan dan tahun 2005 pekebun cengkih menghasilkan produksi 378,5 ton dari 1.151 hektare lahan yang mereka kelola.
Produksi cengkih tertinggi, yakni 960 ton dihasilkan dari pekebun daerah Banjit yang menggarap 468 hektar lahan mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang