Pasca merapi

Pelataran Candi Borobudur Mulai Dibuka

Kompas.com - 21/11/2010, 15:12 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com — Para wisatawan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai Minggu bisa masuk hingga ke pelataran candi warisan budaya dunia tersebut.

"Kalau sebelumnya wisatawan hanya bisa menyaksikan Candi Borobudur dari taman atau zona II, mulai hari ini bisa naik ke zona I atau di pelataran candi," kata Wakil Kepala Taman Candi Borobudur Puji Santoso di Magelang, Minggu (21/11/2010).

Saat ini proses pembersihan candi dari abu vulkanik Gunung Merapi masih berlangsung sehingga pengunjung hanya diperbolehkan naik hingga pelataran candi.

"Pembukaan zona I tersebut atas permintaan dari wisatawan karena kalau hanya melihat dari bawah atau taman, mereka tidak puas, maka hari ini pengunjung boleh naik meskipun hanya sampai pelataran candi," katanya.

Pembersihan abu vulkanik yang menempel di batu candi hingga sekarang baru mencapai sekitar 10 persen. Untuk bisa selesai keseluruhan candi masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.

Taman Wisata Candi Borobudur pada 5-15 November 2010 ditutup total dari kunjungan wisatawan.

Kemudian pada tanggal 16-20 November 2010 candi dibuka untuk umum, tetapi pengunjung hanya bisa menyaksikannya dari taman.

"Mulai hari ini pengunjung bisa melihat candi dari pelataran. Mudah-mudahan proses pembersihan cepat selesai sehingga pengunjung bisa melihat langsung hingga lantai paling atas," katanya.

Ia mengatakan, selama Taman Wisata Candi Borobudur dibuka untuk zona II, pengunjung tetap ada, tetapi jumlahnya relatif kecil, di bawah 200 wisatawan per hari.

Pengunjung dikenai tiket masuk seperti hari-hari biasa, yakni Senin-Jumat Rp 20.000 per orang dan hari Sabtu-Minggu Rp 23.000 per orang, sedangkan untuk wisatawan mancanegara 12 dollar AS per orang dan pelajar Rp 10.000 per orang.

Belum diperbolehkannya wisatawan naik ke candi selama proses pembersihan tersebut ditanggapi beragam oleh para pengunjung.

Seorang pengunjung dari Demak, Darsi, mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut karena tidak naik ke lantai paling atas.

"Kami sebenarnya kecewa dengan kebijakan ini, tetapi apa boleh buat sudah telanjur sampai di sini," katanya.

Seorang pengunjung dari Sumetera Selatan, Suryadinata, bisa memahami kondisi tersebut.

"Kami maklum dan tidak kecewa tidak bisa naik candi hingga lantai atas karena memang keadaan belum memungkinkan, masih proses pembersihan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau