Akbar : TKI di Dubai Harusnya Dibantu

Kompas.com - 21/11/2010, 16:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Akbar Faisal menyayangkan sikap rombongan anggota DPR yang menelantarkan para Tenaga Kerja Indonesia yang 'terdampar' di bandara Dubai.

"Seharusnya mereka membantu, setidaknya mengkomunikasikannya dengan pihak hotel dan maskapai penerbangan," kata Akbar kepada Kompas.com, Minggu (21/11/2010).

Namun, Akbar mengaku perlu mengklarifikasi soal pengabaian tersebut kepada para anggota DPR yang ikut studi banding tersebut. Menurut Akbar, mereka adalah kawan-kawan yang dikenalnya secara baik. Klarifikasi tersebut akan dilakukan besok.

Politisi Hanura ini mengaku kaget ketika membaca pemberitaan soal pengabaian anggota DPR terhadap pahlawan devisa tersebut. Ditegaskannya, masih banyak anggota DPR yang baik dan bersedia membantu rakyat. "Kalau saya di sana, pasti saya akan bantu," katanya. 

Seperti diwartakan sebelumnya, sejumlah anggota Komisi V DPR RI yang melakukan studi banding ke Rusia transit di bandara Dubai sebelum bertolak ke Indonesia. Di sana, mereka bertemu dengan rombongan TKI dan warga lain yang juga akan pulang ke tanah air. Ternyata, pesawat mereka ditunda keberangkatannya karena situasi cuaca di Jakarta yang tidak memungkinkan.

Para TKI yang umumnya berpendidikan rendah kesulitan untuk berkoordinasi dengan pihak bandara. Namun, menurut pengakuan sejumlah warga Indonesia lain yang ada dalam kondisi itu, para anggota dewan bukannya menolong malah berperilaku tidak etis, bahkan cenderung menghina rombongan TKI tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau