Mobil listrik

Tim Universitas Negeri Yogyakarta Juara Umum

Kompas.com - 22/11/2010, 09:51 WIB

Bandung,Kompas - Tim Mobil Listrik Universitas Negeri Yogyakarta menyabet gelar juara umum Kejuaraan Mobil Listrik Indonesia II 2010 di Politeknik Negeri Bandung, Minggu (21/11). Mereka unggul di tiga kategori dari lima yang dilombakan.

”Menggunakan mobil Bogi Power Car, tim UNY unggul di uji tanjakan, uji percepatan, dan uji efisiensi,” kata ketua panitia Kartono Wijayanto.

Kartono mengatakan, juara kedua diraih tim tuan rumah, Rex Team, dengan mobil Ngomex. Tim beranggotakan Fauzan Abu Bakar, Frizky Dwi Fachrizal, Gilang Denik Prasetyo, dan Jati Jatnika ini menang di uji percepatan.

Juara ketiga direbut Politeknik Caltex Riau dengan kendaraan listrik BM MECH 02. Tim beranggotakan Robert Kumbara, Noprialdy, Muhammad Randy, dan Andra Hafidz ini unggul di uji kecepatan.

”Kompetisi ini berjalan lebih ketat ketimbang tahun kemarin. Hal ini terbukti dari persaingan angka yang ketat di antara tujuh peserta,” kata Kartono.

Kartono mengatakan, tingkat penguasaan teknologi pun terlihat lebih maju. Contohnya aplikasi baru yang diterapkan Tim Mobil Listrik UNY. Untuk penggerak, UNY menggunakan tiga motor sekaligus. Hasilnya, mobil bergerak lebih cepat dan efisien. Tim ini juga berinovasi dengan isi ulang bahan bakar listrik saat mobil melaju (autocharge).

Kartono berharap peserta bisa lebih kreatif membuat mobil listrik. Bila kini banyak mobil listrik dibuat dari hasil rakitan mekanik, ia berharap tahun depan peserta bisa membuat sendiri komponen vitalnya, baik rangka, motor, maupun komponen elektronik lain.

”Kami berharap hal itu bisa merangsang keikutsertaan mahasiswa dari bidang keilmuan lain untuk berkreasi membuat mobil listrik,” kata Kartono.

Pembimbing Rex Team Duddy Yanpurnadi mengaku terkejut meraih juara kedua. Persiapan timnya terbilang sempit dan mobil mereka diyakini masih butuh banyak perbaikan.

Duddy berharap, beberapa kelemahan yang terasa dalam kompetisi ini bisa segera diperbaiki, di antaranya masalah pengereman, efisiensi energi listrik, dan mobil rangka yang rencananya didesain untuk dua penumpang.

Meski tidak mendapatkan titel juara, Revlek Team, yang juga dari Politeknik Negeri Bandung, tidak berkecil hati. Di beberapa kategori, tim ini masih mampu bersaing, dengan menjadi peringkat kedua di uji percepatan, peringkat III uji tanjakan, dan peringkat II di uji pengereman.

Prasetyo, pembimbing Revlek Team, mengatakan, perbaikan wajib dilakukan sebagai persiapan turun dalam kompetisi serupa di Universitas Brawijaya Malang akhir tahun ini. Tim harus memperbaiki kelemahan pada motor penggerak, kontrol mobil, dan alat penggerak mekanis.

”Semangat kami tetap tinggi untuk membesarkan mobil berbahan bakar listrik. Pemicunya karena kendaraan ini adalah masa depan transportasi tanpa polusi dan hemat energi,” kata Prasetyo. (CHE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau