JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat mulai menanggapi desakan untuk mengganti anggota Badan Kehormatan DPR yang berkunjung ke Yunani.
Wakil Ketua DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta mengatakan, dalam waktu dekat, pimpinan DPR akan memanggil ketua masing-masing fraksi untuk membahas hal tersebut.
"Tadi baru dirapim (rapat pimpinan) dibahas kita sepakat untuk mengundang seluruh ketua fraksi Dalam waktu dekat. Ketua fraksi kita undang supaya tidak berlarut-larut," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/11/2010).
Dikatakan Anis, pimpinan DPR akan mendengarkan terlebih dahulu pendapat para pimpinan fraksi terkait opsi untuk mengganti 8 anggota BK yang nekat berkunjung ke Turki di sela-sela kunjungan kerjanya ke Yunani itu. Olehkarena itu, diharapkan semua pimpinan fraksi dapat memenuhi panggilan tanpa ada yang diwakilkan.
"Kita tunggu tadi katanya pimpinan diundang seluruh fraksi, tidak boleh diwakilkan, baru nanti akan kita finalkan," katanya.
Ketika ditanya sikap PKS terkait hal tersebut, Anis yang juga Sekretaris Jenderal PKS itu mengatakan bahwa fraksinya belum menentukan sikap. Fraksi PKS, kata Anis, masih menunggu BK menyelesaikan secara internal kasus tersebut.
"Belum ada karena ada kesepakatan diselesaikan di internal BK dulu," ujarnya. Sebelumnya, sejumlah LSM melaporkan 8 orang anggota BK yang nekat berkunjung ke Turki di sela-sela kunjungannya ke Yunani tanpa agenda yang jelas. Mereka juga diketahui mengubah tiket pesawat ekonomi menjadi bisnis.
Kedelapan anggota BK tersebut adalah Nudirman Munir (F-Golkar), Salim Mega (F-Demokrat), Darizal Basir (F-Demokrat), Charuman Harahap (Golkar), Anshori Siregar (F-PKS), Abdul Rosaq Rais (F-PAN), Usman Jafar (F-PPP), Ali Maschan Moesa (F-PKB).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang