Kuasa Hukum: Keluarga Arumi Sesalkan Pernyataan KPAI

Kompas.com - 22/11/2010, 19:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Keluarga bintang film dan sinetron serta model Arumi Bachsin (16) menyesalkan pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada media massa yang membenarkan laporan mengenai eksploitasi anak yang diduga dialami oleh Arumi. 

"Keluarga menyayangkan sikap KPAI tidak melakukan apapun, seperti melakukan komunikasi kepada pihak keluarga, tapi malah ngomong apa yang dibilang anak ini, seolah benar ada eksploitasi, tanpa ada azas praduga tak besalah," beber kuasa hukum keluarga Arumi, Minola Sebayang, SH, di Jakarta, Senin (22/11/2010). 

KPAI, yang mengaku menampung Arumi, menurut Minola bisa saja terkena getahnya jika Arumi tidak terbukti melarikan diri akibat dieksploitasi. "Kalau Arumi terbukti tidak melarikan diri tetapi dilarikan, KPAI bisa kebawa sebagai pihak yang melindungi orang yang punya kepentingan," katanya. 

Kata Minola pula, keluarga Arumi juga menyayangkan bahwa KPAI hingga saat ini belum memberi kabar kepada mereka bahwa KPAI menampung Arumi setelah melaporkan dugaan menjadi korban eksploitasi. "KPAI sama sekali tidak menghubungi keluarga untuk mengklarifikasi laporan Arumi. Saya yakin Arumi ini masih kecil dan mana mungkin menyakiti orangtuanya," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau