JAKARTA, KOMPAS.com -- Keluarga bintang film dan sinetron serta model Arumi Bachsin (16) menyesalkan pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada media massa yang membenarkan laporan mengenai eksploitasi anak yang diduga dialami oleh Arumi.
"Keluarga menyayangkan sikap KPAI tidak melakukan apapun, seperti melakukan komunikasi kepada pihak keluarga, tapi malah ngomong apa yang dibilang anak ini, seolah benar ada eksploitasi, tanpa ada azas praduga tak besalah," beber kuasa hukum keluarga Arumi, Minola Sebayang, SH, di Jakarta, Senin (22/11/2010).
KPAI, yang mengaku menampung Arumi, menurut Minola bisa saja terkena getahnya jika Arumi tidak terbukti melarikan diri akibat dieksploitasi. "Kalau Arumi terbukti tidak melarikan diri tetapi dilarikan, KPAI bisa kebawa sebagai pihak yang melindungi orang yang punya kepentingan," katanya.
Kata Minola pula, keluarga Arumi juga menyayangkan bahwa KPAI hingga saat ini belum memberi kabar kepada mereka bahwa KPAI menampung Arumi setelah melaporkan dugaan menjadi korban eksploitasi. "KPAI sama sekali tidak menghubungi keluarga untuk mengklarifikasi laporan Arumi. Saya yakin Arumi ini masih kecil dan mana mungkin menyakiti orangtuanya," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang