JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Mustafa Abubakar meminta manajemen PT Garuda Indonesia mengiinvestigasi gangguan sistem operasional yang mengakibatkan batalnya sejumlah penerbangan perusahaan itu.
"Saya memberi peringatan keras kepada manajemen untuk segera mengatasi masalah yang dihadapi Garuda," kata Mustafa di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/11/2010) malam.
Menurut Menteri, jika dalam investigasi tersebut ditemukan hal-hal bersifat kesalahan elementer, maka dia akan mengambil tindakan tegas. Sejak Minggu (21/11/2010) hingga Senin malam (22/11/2010), penerbangan Garuda mengalami gangguan sehingga membatalkan sejumlah penerbangan.
Kejadian itu dipicu ketika perusahaan penerbangan pelat merah ini mengaplikasikan sistem baru operasional penerbangan yang teringerasi, alias Integrated Operational Control System (IOCS).
Selama ini Garuda menerapkan sistem untuk memonitor pergerakan pesawat, pergerakan awak kabin, dan sistem untuk memonitor jadwal penerbangan secara sendiri-sendiri.
Manajemen Garuda sendiri mengakui, dalam proses migrasi atau transisi dari sistem lama ke sistem yang baru masih terjadi ketidaksinkronan data atau informasi, khususnya menyangkut jadwal tugas para awak kabin.
Mustafa memahami perubahan teknis operasional, tetapi implementasinya tidak boleh berlarut-larut dan tidak boleh ada kesalahan.
Untuk itu, tegas Mustafa, investigasi harus dilakukan paralel dengan perbaikan sistem yang terkendala tersebut. "Perbaiki sistem. Kalau dalam investigasi diketahui kerusakan terjadi akibat kelalaian karyawan, maka harus segera diproses dan diambil tindakan," kata Menteri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang