BBM Bersubsidi Melonjak 2,2 Juta Kl

Kompas.com - 23/11/2010, 11:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan volume bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi yang akan terpakai hingga akhir tahun 2010 mencapai 38,7 juta kilo liter atau kl. Itu berarti terjadi lonjakan sebesar 2,2 juta kl dari target awal yang ditetapkan dalam APBN Perubahan atau APBN-P 2010 sebesar 36,5 juta kl.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (23/11/2010) usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas tentang Pembatasan BBM. Hadir dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Legowo. Menteri ESDM Darwin Zahedi Saleh sendiri tidak hadir karena masih menjalankan ibadah Haji.

Menurut Hatta, kenaikan volume BBM bersubsidi tersebut tidak akan menambah anggaran subsidi BBM, karena nilai tukar rupiah yang masih ada di bawah level asumsi APBN-P 2010 yakni lebih kuat dari Rp 9.200 per dollar AS. Begitu juga dengan asumsi harga jual minyak mentah Indonesia (ICP) yang masih lebih rendah dari asumsi APBN-P 2010 yakni 80 dollar AS per barrel.

"Sudah kami perhitungkan, tidak akan ada kenaikan anggaran subsidi pada 2010, karena biaya pembelian BBM tidak bertambah akibat menguatnya nilai tukar rupiah. Kenaikan volume BBM bersubsidi itu sudah kami perkirakan karena pada tahun 2009 saja volumenya sudah mencapai 36 juta kl. Kalau ditambah dengan pertumbuhan jumlah kendaraan, maka volumenya memang akan ada di level 38 juta kl," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau