Perkara mafia hukum

Susno Minta Penangguhan Penahanan

Kompas.com - 23/11/2010, 12:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kuasa Hukum Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen (Pol) Susno Duadji mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Majelis Hakim dalam persidangan dugaan suap penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (PT SAL) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/11/2010).

Kuasa hukum Susno Henry Yosodiningrat menyampaikan, penangguhan penahanan diperlukan mengingat kondisi kesehatan Susno yang memburuk akhir-akhir ini. Ditambah lagi, kasus keluar masuknya Gayus Tambunan yang sebelumnya satu tahanan dengan Susno, dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah bagi Susno jika Susno ingin keluar rutan untuk berobat.  "Itu yang ingin kami sampaikan majelis memulai bisa mempertimbangkan dari segi kemanusiaan," tambah Henry.

Menanggapi permintaan tim kuasa hukum Susno tersebut, majelis hakim yang diketuai Charis Mardiyanto mengatakan akan mempertimbangkan permintaan Susno tersebut.

Hari ini, Susno menghadiri persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Adapun salah satu saksi yang dijadwalkan hadir hari ini adalah mantan Direktur I Keamanan dan Trans Nasional Bridgen (Pol) Badrodin Haiti.

Dalam perkara suap penanganan PT SAL, Susno sebelumnya mengatakan bahwa Badrodin Haiti dinilai tidak serius menangani perkara tersebut sehingga Susno diminta Wakil Kepala Polri saat itu, Komjen Maqbul Padmanegara untuk mengambil alih kasus. Namun, pada persidangan hari ini, Badrodin batal hadir sehingga keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hanya dibacakan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau