Perang korea

China Cemaskan Perang Korut-Korsel

Kompas.com - 23/11/2010, 18:12 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menyatakan kecemasannya dengan perkembangan kontak senjata di semenjung Korea, pada Selasa (23/11/2010). Perkembangan informasi yang terakhir, diduga Korea Utara telah memulai perang melawan Korea Selatan.

"Kami berharap, kedua Korea tersebut bisa saling menahan diri dan tidak terpancing dengan hal-hal yang makin memperkeruh ketegangan," kata Hong Lei, juru bicara Kementerian luar negeri China, kepada para wartawan.

"Sangat penting meneruskan kembali perundingan enam negara mengenai persenjataan nuklir, yang sempat terhenti," tambahnya.

Menurut Hong Lei, pemerintah China benar-benar cemas dengan ketegangan hubungan yang terus meningkat antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Pemerintah China juga sangat hati-hati mencermati laporan tentang tembakan artileri yang dilakukan Korea Utara terhadap Korea Selatan yang menimbulkan korban tewas.

"Kami mendengar laporan-laporan perkembangan ketegangan dua Korea. Namun, kami perlu konfirmasi tentang serang yang telah dilakukan Korea Utara, yang menewaskan marinir Korea Selatan," katanya.

China yang merupakan sekutu penting Korea Utara ini, terus memberi dukungan ekonomi dan diplomatik tersebut, saat ini dalam posisi yang tertekan.

Pengakuan pejabat Korea Utara seputar peningkatan pengayaan uranium kepada Siegfried Hecker, pakar nuklir AS saat berkunjung ke fasilitas nuklir Yongbyon, memaksa China harus mengambil sikap.

Para pejabat militer Korea Selatan mengatakan, serangan mendadak yang dimulai pada pukul 14.34 waktu setempat itu telah menewaskan seorang marinir dan melukai 13 tentara lainnya.

Sejumlah rumah di pulau itu terbakar, tetapi korban sipil belum diketahui. Korea Selatan telah memerintahkan militernya untuk berada dalam kondisi siaga tertinggi menyusul serangan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau