BATAM, KOMPAS.com — PT Kustodian Sentral Efek sebagai salah satu self regulation organization pasar modal kembali menyosialisasikan kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas atau AKSes bagi para investor di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Menurut Margaret Mutiara Tang, Direktur PT Kustodian Sentral Efek (KSEI), kartu ini sangat penting bagi para investor. Pasalnya, dalam kartu AKSes para investor dapat melihat portofolio mereka dengan cepat dan akurat. "Kartu ini merupakan inovasi dalam industri pasar modal Indonesia. Investor nantinya tidak tergantung lagi pada laporan yang dikeluarkan perusahaan efek, mereka dapat mengecek portofolio mereka secara real time dan online," ujarnya di sela-sela acara media briefing kartu AKSes di Hotel Novotel, Batam, Rabu (24/11/2010).
Kota Batam sendiri memiliki cukup banyak investor lokal. Dari data KSEI, jumlah pemilik rekening efek di Batam mencapai 1.687 individu. "Yang punya AKSes saat ini hanya 356 individu atau 21,1 persen. Mudah-mudahan seluruh rekening individu akan punya kartu AKSes," sebutnya.
Dengan memegang kartu AKSes ini, para investor dapat mengontrol keberadaan sahamnya. Ini berguna agar saham para investor tidak disalahgunakan oleh pihak lain. "Kadang ada pihak-pihak nakal yang memainkan saham kita dan kita tidak tahu itu. Dengan adanya kartu ini, investor bisa mengecek saham sesering mungkin sehingga dapat diawasi lebih ketat," jelas Irwan Ariston Napitupulu, salah satu praktisi pasar modal Indonesia.
Kartu AKSes diberikan secara gratis kepada semua investor pasar modal. Investor cukup mengajukan permohonan dan menyampaikan data mereka kepada perusahaan efek. Proses pembuatannya di KSEI hanya memakan waktu paling lambat dua hari kerja. Selanjutnya perusahaan efek berkewajiban memberikan kartu AKSes tersebut kepada investor yang menjadi nasabahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang